Menu

Mode Gelap

Lampung · 6 Mar 2019 16:33 WIB ·

Sekretaris Pekon Sukabanjar Diduga Palsukan Surat Keterangan Nikah


Sekretaris Pekon Sukabanjar Diduga Palsukan Surat Keterangan Nikah Perbesar

Tanggamus (GS) – Pemalsuan keterangan identitas yang diduga dilakukan oleh Titin Gustina (36) yang melibatkan Amyani sebagai Sekretaris Pekon Sukabanjar Kecamatan Gunungalip Kabupaten Tanggamus masih menjadi sorotan. Pasalnya Doni Irawan (39) merasa akibat dari pemalsuan identitas

Amyani Sekretaris Pekon Sukabanjar

tersebut berdampak buruk bagi dirinya. Untuk diketahui bahwa secara hukum negara, Doni Irawan merupakan suami sah dari Titin Gustina, meskipun secara agama mereka telah berstatus cerai, hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat talak yang ditanda tangani oleh keduannya beserta para saksi setelah keduanya sempat membina rumah tangga dan sudah dikaruniai 2 orang anak.

Merasa sudah bercerai, kemudian Titin Gustina menikah kembali dengan seorang pria yang terhitung masih merupakan tetangganya sendiri. Penuturan Doni kepada media ini, Senin (25/2). Pada awalnya dirinya tidak pernah mempersoalkan dengan pernikahan tersebut, tetapi persoalan muncul tatkala, dirinya merasa dipersulit saat ingin membuat surat pindah domisili sebagai syarat pembuatan Kartu Keluarga (KK) serta KTP yang baru sesuai tempat domisilinya saat ini.

Klik Gambar

Doni Irawan Korbann Pemalsuan

“ Karena dipersulit, muncul pertanyaan dalam benak saya, ditambah lagi saya dapat informasi bahwa mantan isteri saya menikah secara sah dan mendapat akta nikah, mendorong saya datang ke KUA Gunungalip, baru ketahuan ternyata surat N 6 yang dilampirkan menerangkan bahwa Titin Gustina berstatus janda ditinggal mati, artinya saya dianggap sudah meninggal dunia.” Paparnya

Baca Juga :   Masa Pandemi, SMA 2 Pringsewu Masih Tarik Uang SPP

Pantas saja, lanjut Doni dirinya dirinya tidak bisa mengurus surat pindah, padahal itu merupakan syarat untuk pembuatan KTP, KK dan lain-lain. “ Kan tidak mungkin orang yang sudah mati bisa mengajukan surat pindah domisili, jelas saya dirugikan baik secara materiil maupun inmateriil, seharusnya lakukanlah proses sesuai prosedur, saya merasa seluruh hak sebagai manusia yang masih hidup dihilangkan,” kesahnya.

Baca Juga :   Kompak, Bapak dan Anak di Pringsewu Barengan Jual Sabu-sabu

Sekertaris Pekon Sukabanjar, Amyani saat dikonfirmasi oleh media ini terkait adanya dugaan pembuatan surat N 6 dengan keterangan palsu membenarkan bahwa dirinya lah yang membuat surat tersebut atas dasar permintaan Titin Gustina yang pada saat itu masih sebagai calon pengantin (Cantin).

Baca Juga Berita : 

http://gemasamudra.com/seorang-istri-menikah-dengan-laki-laki-lain-tanpa-sepengatahuan-suaminya/daerah/lampung/03/

“ Saya hanya berniat membantu warga untuk mempermudah proses pernikahan, tidak ada maksud lain, cap serta tanda tangan kepala pekon, saya yang melakukannya,” ujarnya.

Baca Juga :   Proyek Perluasan SPAM Pesawaran Diduga Bermasalah, Direktur PDAM Mengaku Menggunakan Pipa Tidak Standar

Disinggung adanya dugaan suap untuk memperlancar proses pembuatan surat keterangan N6 tersebut, dengan suara pelan Amyani membantah dugaan tersebut.

“ Tidak ada mas pemberian uang atau apapun, karena saya hanya berniat membantu karena dia adalah warga saya,” ujarnya lirih.

Sayangnya Kepala Pekon Sukabanjar Metari Zulfa ketika dikonfirmasi melaui sambungan selulernya terkait adanya indikasi mal administrasi yang dilakukan oleh sekretarisnya, Metari enggan menjawab. Senin (4/3)

“ Kebetulan saya masih ada rapat, di setting saja mas kapan waktunya untuk ketemu lagsung, karena tidak nyaman kalau berbicara melalui telpon,” tukasnya. (Tim)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

ORADO Tulang Bawang Gelar Rekrutmen Menuju Kejuaraan Nasional

2 Maret 2026 - 23:04 WIB

IWO Bentuk Tim Sosial Kontrol Soal Menu MBG di Keluhkan Warga Tubaba

28 Februari 2026 - 13:58 WIB

Bungkamnya Sang Bupati: Teka-teki “Klangenan Art Studio” dan Nasib Fotografer Lokal Pringsewu

28 Februari 2026 - 09:49 WIB

Ratusan Juta untuk Media, Tapi Siapa yang Nikmati? Diskominfo Pringsewu Bungkam

27 Februari 2026 - 21:57 WIB

Bukan ‘Studi Tiru’ Tapi ‘Studi Tipu’: Sekretaris DPMP Pringsewu Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Korupsi Bimtek

27 Februari 2026 - 08:46 WIB

Dugaan Benturan Kepentingan: Studio Foto Milik Bupati Pringsewu Garap Proyek Ijazah, Fotografer Lokal Terpinggirkan

26 Februari 2026 - 20:37 WIB

Trending di Berita Media Global