PRINGSEWU – (GS) – Tak jera, baru keluar dari lapas, bapak dan anak asal Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo kembali mengendarkan sabu-sabu.

Atas perbuatan tersebut, keduanya ditangkap oleh Satreskoba Polres Pringsewu. Kedua orang tersebut yakni BAW (42) yang berperan sebagai bandar dan MGR (20) yang berperan sebagai pengedar.

Selain mengamankan bapak anak tersebut, Satnarkoba juga mengamankan tiga pelaku yang diduga sebagai pemakai yakni RN (21) residivis kasus narkoba juga, kemudian AH (19) dan MFR (21).

Kelimanya ditangkap pada hari Sabtu, 7 November lalu, di lima tempat yang berbeda-beda.

” BAW ditangkap di Pekon Bulukarto dengan barang bukti 0,21 gram sabu, plastik klip bekas pakai dan 1 unit HP. Kemudian MGR ditangkap di Pekon Bumi Ayu Kecamatan Pringsewu dengan barang bukti 0,19 gram sabu, 2 unit HP dan 1 bundel plastik klip kosong,” ujar Kasat Narkoba Iptu Khairul Yassin Ariga, S.Kom mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK, Senin (9/11/20) siang.

Baca Juga :   Dua DPO Curas Terhadap Pelajar Berhasil Ditangkap Anggota Polsek Gedung Aji

Selanjutnya RN ditangkap di Pekon Tulung Agung dengan barang bukti 0,20 gram sabu, kaca pirek bekas pakai dan 1 unit HP.

Dan, untuk pelaku AH ditangkap di Pekon Bulukarto dan MFR di Pekon Sidoharjo dengan BB kaca pirek bekas pakai, plastik klip bekas pakai dan 1 unit HP.

Dikatakan boleh Khaerul, pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal dari tertangkapnya pelaku RN yang kemudian saat dikembangkan ternyata mengaku mendapatkan sabu dari pelaku MGR.

Baca Juga :   Kodim 0735/Surakarta Gelar Latihan Katpuan Apkowil 2019, Ini Tujuannya

“Setelah dilakukan penangkapan, MGR mengungkapkan bahwa sabu didapat dari orang tuanya (BAW), dan selain dijual kepada RN, MGR juga menjual sabu kepada pelaku AH dan MFR,” bebernya.

Dari lima pelaku yang berhasil ditangkap, tiga diantaranya merupakan residivis kasus narkoba yang sudah menjalani vonis pengadilan di Lapas Kota Agung yaitu BAW, MGR dan RN.

“Pelaku BAW baru keluar LP bulan April 2020, MGR pada bulan Oktober 2020 dan RN bulan Februari 2020,” lanjutnya.

Saat diinterogasi, pelaku BAW mengaku menekuni bisnis narkoba karena motif ekonomi.

Baca Juga :   Bupati Hendy Serahkan Sertifikat PTSL Secara Simbolis

“Pengakua pelaku, butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari,” ucap dia.

Saat ini, kelima pelaku telah diamankan di Mapolres Pringsewu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Untuk proses hukum selanjutnya terhadap pelaku BAW dan MGR dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 144 (1) UU RI NO 35 TH 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Sedangkan terhadap pelaku RN, MRF dan AH di jerat dengan pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis : Redaktur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here