Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 11 Nov 2025 14:35 WIB ·

Pemkab Jember Libatkan Pengurus OSIS Dalam Gerakan Cegah Pernikahan Dini dan Stunting Demi Wujudkan Generasi Emas


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berkomitmen membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Jember, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan pengurus OSIS dari 175 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jember. Pemerintah daerah berharap para pelajar dapat menjadi pelopor perubahan dan penyebar edukasi terkait bahaya pernikahan dini serta pentingnya pencegahan stunting di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Klik Gambar

Mewakili Bupati Jember, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Edy Budi Susilo menuturkan bahwa pelajar adalah bagian penting dari upaya menciptakan generasi emas Jember di masa depan.

Baca Juga :   Perketat Pengawasan MBG, Bupati Jember Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus Pantau SPPG

“Anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Namun, masa depan itu hanya bisa diraih jika mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesiapan mental yang kuat,” ujarnya.

Edy menjelaskan, pernikahan dini tidak hanya berdampak pada masa depan remaja itu sendiri, tetapi juga pada kesehatan generasi berikutnya. Remaja yang menikah di usia muda sering kali belum siap secara fisik dan mental untuk menjadi orang tua, sehingga berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak.

Baca Juga :   Safari Ramadhan Di Masjid Roidhatul Qur'an Margodadi Metro Selatan Di Hadiri Oleh Walikota Metro Wahdi

“Mencegah pernikahan dini berarti kita juga mencegah stunting dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” jelasnya.

Dispora Jember juga mendorong agar OSIS menjadikan isu pencegahan pernikahan dini sebagai bagian dari program kerja sekolah. Pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui kegiatan positif, kampanye kreatif di media sosial, dan diskusi edukatif di lingkungan sekolah.

“Kalian adalah influencer di sekolah masing-masing. Gunakan peran itu untuk mengedukasi teman-teman dan lingkungan sekitar tentang pentingnya menunda pernikahan dan menjaga kesehatan remaja,” pesan Edy.

Baca Juga :   Diduga Depresi Anak di Jember Bunuh Ayah Kandung nya Hingga Kepalanya Terputus.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Jember terus berupaya menurunkan angka pernikahan dini dan stunting melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk menggandeng lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan.

“Kami ingin generasi muda Jember menjadi generasi emas — sehat, berakhlak, berpendidikan tinggi, dan mampu membawa nama baik daerah ini di tingkat nasional,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh peserta. Para pengurus OSIS berkomitmen untuk menyebarkan pesan positif tersebut di sekolah masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkab Jember menciptakan Generasi Emas 2045.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Gus Fawait Kukuhkan Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji demi Jember Baru yang Maju

17 Juni 2026 - 10:49 WIB

Sertijab Komandan Yonif 515/UTY Kostrad Berlangsung Penuh Rasa Syukur

14 Juni 2026 - 07:57 WIB

Polsek Ajung Monitoring Lahan Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

13 Juni 2026 - 11:40 WIB

Disertasi Doktoral Gus Fawait Sudah di Implementasikan Teorinya di Kabupaten Jember

13 Juni 2026 - 10:59 WIB

5.000 Perawat Jember Siap Sosialisasi Program Pemkab Jember

11 Juni 2026 - 09:29 WIB

Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Sengketa Lahan di Desa Petung, Sejumlah Kejanggalan Sertifikat Hak Pakai PTPN Terungkap

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Nasional