Menu

Mode Gelap

Berita Indonesia · 6 Apr 2026 17:14 WIB ·

Kejari Pringsewu Kejar Pemulihan Kerugian Negara: Dari Kasus LPTQ Hingga Koleksi Boneka Mewah RMFT BRI


0-3840x2160-0-0-{}-0-24# Perbesar

0-3840x2160-0-0-{}-0-24#

PRINGSEWU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu menunjukkan taringnya dalam upaya pemulihan kerugian keuangan negara. Dalam ekspose yang digelar di Aula Kejari setempat, Senin (6/4/2026), pihak kejaksaan memaparkan kemajuan signifikan dari dua kasus besar, yakni korupsi dana hibah LPTQ dan penyimpangan dana nasabah BRI Cabang Pringsewu.

1. Eksekusi Tuntas Kasus Hibah LPTQ

Klik Gambar

Kejari Pringsewu berhasil melakukan eksekusi uang pengganti secara penuh dalam perkara korupsi dana hibah Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tahun anggaran 2022. Kasus yang bermula dari proposal palsu dan kegiatan fiktif (seperti program Markazul Qur’an) ini mencatat kerugian negara sebesar Rp602.706.672.

Dua terpidana utama telah melunasi kewajibannya: Tri Prameswari (Bendahara LPTQ): Menyetorkan Rp268.243.996  dan Rustiyan (Sekretaris LPTQ): Menyetorkan Rp215.218.680.

Baca Juga :   Berdayakan Pekarangan, Bhayangkari Pringsewu Panen Sayuran Segar

“Masing-masing terpidana telah melakukan pembayaran uang pengganti secara penuh sesuai eksekusi pengadilan,” tegas Kajari Pringsewu, Anggiat Pardede.

‎Namun, perkara yang mencatat kerugian negara sebesar Rp 602.706.672 ini belum sepenuhnya selesai. Kasus yang juga menyeret mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pringsewu, Heri Iswahyudi , saat ini diketahui sedang memasuki tahapan Kasasi di Mahkamah Agung.

Modus operandi dalam kasus ini meliputi penyusunan proposal palsu dengan nilai yang digelembungkan hingga dua kali lipat, serta adanya sejumlah kegiatan fiktif seperti program Markazul Qur’an yang anggarannya tetap dicairkan meski tidak pernah terlaksana.

‎2. Perburuan Aset Rp 16 Miliar Kasus BRI Pringsewu

‎Berbeda dengan kasus LPTQ yang hampir tuntas, perkara korupsi dana nasabah BRI Cabang Pringsewu dengan terpidana Cindi Almira masih dalam tahap pelacakan aset besar-besaran. Mantan Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT) tersebut membebankan uang pengganti sebesar Rp 17 miliar.

Baca Juga :   Wujudkan Transparansi, BPKAD Pringsewu Teken MoU Datun dengan Kejaksaan

Hingga kini, baru sekitar Rp 1,3 miliar yang berhasil menyelesaikan kontrak, sehingga masih terdapat sisa kewajiban sebesar Rp 16 miliar .

Koleksi Boneka dan Barang Branded Jadi Incaran

Untuk menutupi sisa kerugian tersebut, jaksa penuntut melakukan penyitaan terhadap berbagai aset milik Cindi, mulai dari mobil Honda Brio, rumah, tanah, hingga barang-barang hobi. Menariknya, terdapat 300 unit boneka yang diklaim bernilai jutaan rupiah per unitnya.

‎”Terdapat aset berupa tas branded dan 300 boneka yang tidak lazim. Karena nilai yang dianggap fantastis, kami memerlukan taksasi atau penilaian dari KPKNL Bandar Lampung sebelum melakukan peletangan terbuka,” jelas Anggiat.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi DD Tahun 2024 di Pekon Gumuk Mas Sedang Ditelaah Kejari Pringsewu

Penyetoran ke Kas Daerah

Selain itu, pihak Kejari Pringsewu juga mengonfirmasi adanya dana pengganti sebesar Rp 1,8 miliar yang akan segera disetorkan ke Kas Daerah (Kasda). Terkait kasus Cindi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) menyatakan tidak ada tersangka lain selain dirinya yang terlibat dalam perlindungan dana nasabah tersebut.

‎Proses pemulihan ini masih terus berjalan di bawah pengawasan Kasi Intel Annas Huda, Kasi Pidsus Lutfi Fresly, Kasi BB Rita, dan Kasi Datun Gilang yang mendampingi Kajari dalam ekspose pencapaian kinerja tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

DPRD Lamtim 27 Tahun: Kolaborasi Tanpa Hilangkan Fungsi Kontrol

18 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Oknum Kades di Jember Diduga Menggadaikan Mobil Rental Daihatsu

18 Agustus 2026 - 17:05 WIB

HUT RI ke-81 Di Batanghari, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Kebersamaan Lewat Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 00:04 WIB

HUT RI Ke-81, Indonesia Berdaulat Adil Makmur, Bupati Lamtim : Isi Kemerdekaan Dengan Kerja Nyata

17 Agustus 2026 - 20:33 WIB

HUT RI ke-81, Bupati Ela : Fokus Percepatan Pembangunan Sesuai RPJM

17 Agustus 2026 - 20:18 WIB

237 Warga Binaan Rutan Sukadana Terima Remisi Dan 3 Orang Bebas, Wabup Azwar Hadi: Jangan Ulangi Kesalahan

17 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Trending di Berita Terkini