Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Jawa Timur secara resmi mengukuhkan Pengurus Cabang PKDI Kabupaten Jember masa bakti 2025–2030. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha dan dihadiri langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan kepala desa se-Kabupaten Jember, Rabu (7/1/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, SH., MH, yang juga menjabat Kepala Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Dalam kesempatan tersebut, Meseran, Kepala Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, resmi dikukuhkan sebagai Ketua PKDI Cabang Jember.
Dalam sambutannya, Syaifullah Mahdi menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jember atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Jember, termasuk penyediaan fasilitas pendopo sebagai lokasi pengukuhan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara organisasi kepala desa dan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan desa.
Tak hanya itu, Syaifullah secara terbuka menyuarakan aspirasi para kepala desa terkait kebijakan anggaran. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jember dapat menambah alokasi Anggaran Dana Desa (ADD), menyusul adanya pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari ratusan kepala desa yang hadir.
Menanggapi hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmen penuh Pemkab Jember terhadap PKDI Cabang Jember. Di hadapan para kepala desa, Gus Fawait memperkenalkan jajaran kepala OPD dan camat, sebagai simbol keterbukaan serta keseriusan pemerintah daerah dalam membangun komunikasi lintas sektor hingga tingkat desa.
“Pemkab Jember akan mensuport penuh PKDI Cabang Jember. Ke depan, kami ingin membangun sinergi yang kuat dengan seluruh kepala desa,” tegas Gus Fawait.
Ia juga memastikan bahwa alokasi ADD di Kabupaten Jember tidak akan dikurangi dan tetap sama seperti tahun anggaran 2025. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal stabilitas fiskal desa di tengah dinamika kebijakan nasional.
Saat sesi jumpa pers, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember bersikap terbuka dan mengayomi seluruh organisasi kepala desa. Ia menyebut keberadaan PKDI melengkapi organisasi lain yang sudah lebih dulu ada, seperti AKD dan APDESI, yang kini diharapkan dapat bersinergi dalam satu semangat pembangunan desa.
“Bagi kami, semuanya melebur menjadi satu. Pemerintah daerah akan mengayomi seluruh organisasi kepala desa di Jember tanpa kecuali,” ujarnya.
Pengukuhan PKDI Cabang Jember ini menandai babak baru konsolidasi kepala desa di Kabupaten Jember, sekaligus memperkuat posisi desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah.(**)






