Menu

Mode Gelap

Pringsewu · 24 Jan 2022 14:27 WIB ·

Keluhkan Bendungan Way Gatel Sebabkan Banjir, Puluhan Warga Ambarawa Datangi Kantor DPRD Pringsewu


Keluhkan Bendungan Way Gatel Sebabkan Banjir, Puluhan Warga Ambarawa Datangi Kantor DPRD Pringsewu Perbesar

Gemasamudra.com

PRINGSEWU (GS) – Puluhan petani dari Pekon Ambawara Induk dan Ambawara Timur datangi kantor DPRD Pringsewu. Kedatangan mereka untuk mengeluhkan persoalan banjir akibat keberadaan Bendungan Way Gatel.

Kepala Pekon Ambawara Induk Al Huda dalam paparannya mengatakan, permasalahan banjir tersebut juga berdampak ke beberapa Pekon terdekat dan kabupaten tetangga.

“Dulu ada bendungan tapi konstruksinya bukan seperti itu, cuma satu pintu. Sekarang, setelah dibangun tahun 2018, berubah konstruksi pintunya menjadi 8, sehingga lintasannya terlalu tinggi,” kata Al Huda saat hearing dengan Anggota Komisi II, Komisi III DPRD Pringsewu serta Kadis Pertanian dan perwakilan dari Dinas PU-PR, Senin (24/1).

Klik Gambar

Karena hal itu, lanjut dia, membuat pintu bendungan penuh sampah. Sehingga air menjadi terhambat dan naik ke atas (persawahan, Red). Padahal ini baru hujan lokal.

Baca Juga :   Biaya Perawatan Alat Berat Excavator DLH Pringsewu Patut Dipertanyakan Realisasinya

” Kalau melihat banjir mah sudah biasa. Tapi tetap tidak ada solusinya. Petani kita sudah tiga kali tanam, sudah rugi pengeluaran bibit, pupuk dan tenaga kerja,” keluhnya.

Senada, Kakon Ambawarawa Timur Rohmat juga mengeluhkan keberadaan Bendungan Way Gatel. Ia berharap, Anggota DPRD dan Dinas terkait segera meninjau lokasi banjir.

“Sekarang saja durasi banjir nya lama. Bahkan bisa sampai 5 hari merendam persawahan. Saya pengin, ada normalisasi sungai, itu kalau bendungan belum diperbaiki, banjir makin parah,” kata Rokhmat.

Baca Juga :   Diduga Bermasalah, Komisi III DPRD Sidak Bangunan Gedung Farmasi RSUD Pringsewu

Salah satu petani asal Pekon Ambarawa Dedi Sutarno bahkan merasa sangat emosi di dalam hearing tersebut. Menurutnya, selama ini tidak ada titik temu antara dinas terkait dengan petani. Sehingga membuat persoalan banjir tak tentu arah.

“Ketika ada masalah banjir, tolong lurah didatangin, Ketua P3A didatangin, bukan rakyatnya yang datang ke sini (kantor DPRD, Red). Petani kebanjiran siapa yang bayar, siapa yang ganti rugi,” timpal Dedi.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pringsewu Maulana M. Lahudin saat wawancarai dengan awak media meminta Dinas PU-PR beserta BPBD untuk menurunkan alat berat (exavator) ke lokasi Bendungan Way Gatel.

Baca Juga :   Cegah Covid-19, PMII Pringsewu Bagikan Masker

“Dengan adanya alat berat itu, harapannya bisa mempercepat jalannya arus air. Sehingga banjir tidak sampai lama. Karena selama dua tahun terakhir, banjir yang melanda Kecamatan Ambarawa tidak pernah ada langkah konkrit dari Pemkab,” beber Maulana.

Ia mengatakan, petani di Pekon Ambawara Induk dan Ambawara Timur, merugi hingga miliaran rupiah karena sawahnya kebanjiran.

“Saya juga berharap, adanya evaluasi Bendungan Way Gatel. Bahkan dulu sebelum ada bendungan ini, petani bisa panen raya. Kok malah setelah ada bendungan malah banjir,” pungkasnya.

Maulana juga meminta kepada Dinas Pertanian untuk melakukan upaya pendataan berapa jumlah sawah yang terdampak banjir.

Penulis : (Redaktur)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Pelantikan DPD KNPI Pringsewu Sisakan “Bom Waktu”, Intervensi dan Ancaman Boikot Bayangi Soliditas

30 Agustus 2025 - 23:27 WIB

AD/ART Dilanggar! 4 Pimpinan Inti KONI Pringsewu Ketahuan Rangkap Jabatan

28 Agustus 2025 - 14:19 WIB

“AD/ART Dilanggar? Kepengurusan KONI Pringsewu Disorot, Cabor Keluhkan Ketidakadilan

27 Agustus 2025 - 15:39 WIB

Dua Jam Dicecar Inspektorat, Pelaksana Proyek Gumukmas Akui ‘Jalankan Apa Adanya’

22 Agustus 2025 - 11:17 WIB

Proyek Rigid Beton di Pringsewu Disorot, CV Nacita Karya Diduga Langgar Aturan

21 Agustus 2025 - 06:56 WIB

Aroma Korupsi Dana Desa Tercium! Kejari dan Inspektorat Siap Bedah Laporan Gumukmas

7 Agustus 2025 - 17:29 WIB

Trending di Berita Terkini