Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam kegiatan yang digelar di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Senin (13/04/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Manajer Kebun Wilayah Jember PTPN 1 Regional 5 Benny Hendricrianto, Kepala Perum Perhutani Jawa Timur Wawan Tri Wibowo, Kepala Kantor Pertanahan/BPN Jember Ghilman Afifuddin, Anggota DPRD Kabupaten Jember Ardi Pujo Prabowo, serta Guru Besar FEB Universitas Jember Ahmad Zainuri.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, PTPN, dan Perhutani untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah pinggiran hutan dan perkebunan.
“Sinergi ini penting agar pemanfaatan lahan bisa tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat miskin ekstrem,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat potensi sekitar 36 hingga 38 ribu hektare lahan hutan sosial yang dapat dikelola oleh masyarakat, khususnya yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain itu, sekitar 90 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Jember masih berada pada kategori desil 1 atau kelompok kemiskinan ekstrem.
Pemerintah Kabupaten Jember juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik PTPN agar dapat digunakan secara produktif, sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan sektor ekonomi informal di masyarakat.
Meski angka penurunan kemiskinan di Jember tercatat sebagai salah satu yang tercepat di Jawa Timur, Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan kemiskinan ekstrem masih menjadi prioritas utama yang harus dituntaskan.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Penurunan kemiskinan harus terus kita dorong dengan langkah konkret dan kolaboratif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Jember juga mendorong peningkatan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan serta pihak Perhutani agar berbagai program intervensi yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dengan adanya kolaborasi strategis ini, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.






