Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyebarluasan program-program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Dengan kekuatan sekitar 5.000 anggota aktif, para perawat di Jember siap memanfaatkan setiap momentum interaksi dengan pasien maupun media sosial untuk mengedukasi masyarakat.
Ketua DPD PPNI Jember, Ns. Mustakim, S.Kep., MMKes., Sp.Kep.MB, mengungkapkan bahwa perawat memiliki posisi strategis untuk menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Sebagai petugas kesehatan, perawat punya kesempatan emas memberikan informasi yang valid dan bermanfaat langsung kepada pasien, keluarga, hingga masyarakat luas. Banyak program luar biasa dari Pemkab yang harus kita siarkan kembali agar warga mendapatkan informasi yang benar dan tepat,” ujar Mustakim, Rabu (10/6/2026).
*Dampak Nyata Program Universal Health Coverage (UHC)*
Mustakim memberikan apresiasi khusus terhadap kepemimpinan Bupati Jember (Gus Fawait/Gus Bupati) yang dinilai konsisten melahirkan kebijakan pro-rakyat. Salah satu program yang paling dirasakan dampaknya adalah UHC Prioritas.
Menurutnya, program ini terbukti membawa dampak positif yang signifikan pada sektor kesehatan Jember, di antaranya:
Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Akselerasi penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Memberikan kepastian layanan kesehatan gratis tanpa merugikan pihak manapun.
*Tiga Peran Besar Perawat untuk Jember*
Dalam mendukung visi pemkab, Mustakim memetakan tiga pilar gerakan yang wajib dijalankan oleh seluruh anggota PPNI Jember:
1. Pelayanan Kesehatan Holistik (Bio-Psiko-Sosial-Spiritual)
Perawat tidak hanya fokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pada aspek promotif dan preventif (pencegahan penyakit sebelum sakit) demi efisiensi biaya kesehatan. Selain itu, perawat mengawal program rehabilitasi masyarakat serta mendampingi pasien fase terminal agar tetap terjaga aspek sosial dan ibadahnya.
2. Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan
PPNI terus mengawal peningkatan kapasitas perawat melalui berbagai jalur pendidikan, pelatihan, hingga seminar agar mutu pelayanan di Jember tetap unggul.
3. Pengabdian Masyarakat & Aktivisme Digital
Melibatkan perawat secara aktif untuk membanjiri media sosial dengan konten promosi kesehatan yang bersinergi dengan kanal informasi Pemkab Jember.
*Apresiasi Kesejahteraan: Jember Angkat P3K di Tengah Tren Efisiensi*
Di sisi lain, PPNI Jember menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian besar Pemkab Jember terhadap nasib para tenaga kesehatan. Di saat banyak daerah lain melakukan efisiensi anggaran dengan merumahkan tenaga perawat, Pemkab Jember justru mengambil langkah sebaliknya.
“Saat di kabupaten lain ada perawat yang diberhentikan karena efisiensi, di Jember Alhamdulillah banyak teman-teman perawat yang justru diangkat menjadi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja),” ungkap Mustakim penuh syukur.
Dengan potensi penambahan kader baru yang lulus dari empat kampus besar di Jember (UNEJ, Universitas dr. Soebandi, Al Qodiri, dan Unmuh Jember), PPNI berjanji akan terus menjaga sinergitas ini demi kemajuan kesehatan masyarakat Jember, pungkas Mustakim






