Menu

Mode Gelap

Bandar Lampung · 6 Agu 2025 23:57 WIB ·

“GPN Bongkar Arogansi Dinas Pendidikan : Kasus Lama Dianggap Tak Penting!


“GPN Bongkar Arogansi Dinas Pendidikan : Kasus Lama Dianggap Tak Penting! Perbesar

Lampung (GS) – Kepala Dinas Baru, Bukan Alasan Hentikan Pengusutan Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMAN 1 Adiluwih

Pernyataan kontroversial dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, terkait dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 1 Adiluwih yang terjadi pada tahun 2024.

Ia menyebut bahwa kasus tersebut tidak bisa ditindaklanjuti karena kejadiannya terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Kadis.

Klik Gambar

“Tahun 2024 saya belum masuk, bro. Kalau tahun 2025 lu lapor ke gua, gua kasih atensi,” ujar Thomas saat dikonfirmasi melalui via telepon WhatsApp, pada Selasa (5/8).

Baca Juga :   Wabup Pringsewu Terima Piagam Penghargaan dari Kupas Tuntas Group

Ia menambahkan bahwa karena kasus tersebut termasuk dalam masa jabatan Kepala Dinas sebelumnya, maka bukan menjadi tanggung jawab dirinya untuk menyikapi secara resmi.

“Memang enggak boleh ada pemotongan PIP, tapi itu kejadiannya tahun 2024. Ya gimana mau ditindak? Mungkin sekarang duitnya juga udah habis,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari Ketua Umum DPD Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung, Adi Chandra Gutama. Menurutnya, kepala dinas hanyalah pejabat struktural, dan tidak  seharusnya berlindung di balik alasan pergantian jabatan.

Baca Juga :   Partai Gelora Menggadakan Diskusi Pagi, Ngopi Bareng Fahri Hamzah di DPW Partai Gelora Provinsi Lampung

“Pergantian kepala dinas tidak serta-merta menghapus tanggung jawab kelembagaan. Thomas memang tidak menjabat saat kejadian, tapi sekarang dia pemegang kendali. Dia wajib menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran, apalagi yang menyangkut hak pendidikan anak bangsa,” tegas Adi Chandra.

Lebih lanjut, ia menyebut tidak ada alasan hukum maupun administratif yang membenarkan penghentian pengusutan kasus hanya karena terjadi di tahun sebelumnya.

Baca Juga :   Ketua IWO Lamteng Harap Pilkada 2020 Bukan Ajang Kepentingan

“Sepanjang bukti dan saksi masih tersedia, kasus bisa dan harus diusut. Jika enggan bertindak, patut dipertanyakan integritasnya atau jangan-jangan ada tekanan dari pihak lain,” pungkasnya.

Dugaan pemotongan dana PIP di SMAN 1 Adiluwih mencuat setelah sejumlah orang tua murid mengaku tidak menerima dana bantuan secara utuh.

Kasus ini sebelumnya telah menjadi sorotan publik, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. (Red)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 101 kali

Baca Lainnya

Ketua FKWKP Soroti Laporan Advokat terhadap Wartawan : Dahulukan Mekanisme UU Pers

22 Juli 2026 - 19:27 WIB

Sinergi Nyata, Pemkab Lamtim Dan Kejari Serahkan Aset Daerah Dan Penetapan Perwalian Anak

22 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Ela Dan Petrokimia Gresik Serap Aspirasi Petani di Nampirejo, Pastikan Pupuk Tepat Sasaran

21 Juli 2026 - 17:58 WIB

Raih Prestasi, Bupati Ela: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Desa

21 Juli 2026 - 17:41 WIB

Sekda Rustam: Kolaborasi Dengan BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Lamtim

21 Juli 2026 - 17:24 WIB

Kejari Jember Minta Inspektorat Turun Terkait Laporan Warga Rowo Indah 

20 Juli 2026 - 19:41 WIB

Trending di Berita Terkini