Menu

Mode Gelap

Berita Indonesia · 5 Jun 2026 22:41 WIB ·

Tanpa Payung Hukum Perbup, Tunjangan “Ketua Tim” di Dinkes Pringsewu Jadi Sorotan


Tanpa Payung Hukum Perbup, Tunjangan “Ketua Tim” di Dinkes Pringsewu Jadi Sorotan Perbesar

PRINGSEWU – Kebijakan pemberian tunjangan jabatan “Ketua Tim” di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pringsewu kini menuai polemik. Kebijakan yang telah berjalan sejak Januari 2026 ini disinyalir tidak memiliki landasan Peraturan Bupati (Perbup) yang jelas, menyusul penegasan dari Kepala BPKAD Pringsewu, Olpin Putra, bahwa tidak ada aturan khusus yang melegalkan tunjangan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Pringsewu, Ali Subagyo, membenarkan pihaknya telah menunjuk dua pegawai berinisial RN dan NS untuk mengisi posisi ketua tim di Bidang Pelayanan Primer dan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).

Baca Juga :   KPKAD Desak Pemkab Evaluasi Kafe dan Resto Ummika

“Iya benar, kenapa dengan mereka berdua? Kan kalau fungsional tidak perlu dilantik oleh Bupati. Cukup surat perintah dari saya saja sebagai Kepala Dinas,” ujar Ali saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (5/6/2026).

Klik Gambar

Pernyataan Kadinkes tersebut tampak bertolak belakang dengan mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang transparan. Dalam tanggapan resmi tertanggal 5 Juni 2026, Kepala BPKAD Pringsewu, Olpin Putra, menyatakan pihaknya tidak menemukan adanya Perbup yang mengatur spesifik terkait tunjangan tersebut.

“Sepengetahuan kami, tidak ada Peraturan Bupati yang mengatur secara spesifik terkait Tunjangan Ketua Tim pada Dinas Kesehatan,” tegas Olpin dalam surat tanggapannya.

Baca Juga :   Tinjau Pasar Murah di Pringsewu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Dikerubungi Emak-Emak

BPKAD menjelaskan bahwa peran mereka dalam pencairan anggaran bersifat administratif. Proses tersebut didasarkan pada Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan oleh Pengguna Anggaran (Dinkes), yang wajib dilampiri dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dengan demikian, segala risiko hukum terkait keabsahan pembayaran tunjangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran.

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pringsewu mengenai legalitas penunjukan jabatan tanpa pelantikan ini belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, pihak BKPSDM belum memberikan tanggapan.

Baca Juga :   Mutasi Pejabat di Pringsewu Picu Sorotan, ASN Pertanyakan Promosi Kilat Atika Kurniawati

Absennya payung hukum yang kuat dan keengganan instansi terkait memberikan klarifikasi telah memicu spekulasi publik mengenai potensi penyalahgunaan wewenang. Kini, bola panas berada di tangan Inspektorat Kabupaten Pringsewu. Sebagai lembaga pengawas internal, Inspektorat didesak untuk segera melakukan audit investigatif guna memastikan apakah pemberian tunjangan ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau menjadi celah kebocoran keuangan daerah. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 193 kali

Baca Lainnya

Bupati Ela Dan Petrokimia Gresik Serap Aspirasi Petani di Nampirejo, Pastikan Pupuk Tepat Sasaran

21 Juli 2026 - 17:58 WIB

PMI Kabupaten Jember Bekali KSR Tata Kelola Logistik Yang Baik, Sebagai Tugas Kemanusiaan 

21 Juli 2026 - 12:59 WIB

Gus Fawait Tegaskan Dukungan Presiden untuk Petani dan UMKM : Festival Kemudahan Perlindungan Usaha Mikro di Jember 

21 Juli 2026 - 12:23 WIB

Festival Usaha Mikro 2026 Resmi di Gelar, PAC LSN dan PAC Srikandi Kecamatan Ajung ikut Promosikan Produk UMKM Lokal.

21 Juli 2026 - 11:45 WIB

Aksi Donor Darah Terbaru Berhasil Himpun 41 Kantong Darah, kecamatan Kalisat jadi Lumbung Pendorong

20 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kejari Jember Minta Inspektorat Turun Terkait Laporan Warga Rowo Indah 

20 Juli 2026 - 19:41 WIB

Trending di Berita Terkini