TULANG BAWANG – Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menghadiri kegiatan Ngopi Bareng yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang Bawang dalam rangka Konferensi Kabupaten (Konferkab) IX PWI Tulang Bawang Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Cakat Raya itu turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para insan pers dari berbagai wilayah di Tulang Bawang.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah mengulas sosok almarhum Martubimaki yang dikenal sebagai salah satu tokoh pers berpengaruh di Lampung.
Menurut Wira, Martubimaki memiliki jasa besar dalam perjalanan organisasi PWI di Lampung, termasuk saat membawa Kongres PWI dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) digelar di Lampung pada 1993.
“Beliau adalah salah satu pejuang pers Lampung. Pada tahun 1993, beliau berhasil membawa Kongres PWI dan Porwanas ke Lampung. Bahkan, saat itu Presiden Soeharto hadir membuka kegiatan tersebut. Itu menjadi sejarah besar bagi dunia pers di Lampung,” kata Wira.
Ia mengatakan, semangat dan dedikasi Martubimaki menjadi inspirasi bagi generasi penerus PWI. Karena itu, pihaknya ingin kembali mengulang keberhasilan tersebut dengan menghadirkan agenda nasional di Lampung.
“Kami ingin membuat beliau bangga. Sebagai penerus, kami ingin menunjukkan bahwa Lampung masih mampu menjadi tuan rumah kegiatan besar wartawan nasional,” ujarnya.
Wira juga berharap pelaksanaan Konferkab IX PWI Tulang Bawang dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin organisasi yang mampu menjalankan amanah.
“Siapa pun yang terpilih nantinya, semoga dapat menjalankan organisasi dengan penuh tanggung jawab dan membawa PWI semakin baik,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Konferkab IX PWI. Menurut dia, PWI merupakan organisasi wartawan yang telah lama berdiri dan memiliki peran penting dalam perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia.
“PWI adalah organisasi yang cukup tua dan matang. Karena itu saya berharap PWI dapat menjadi teladan bagi wartawan maupun organisasi lainnya,” kata Qudrotul.
Ia juga menegaskan pentingnya kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya dalam memperoleh dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Wartawan adalah profesi yang tidak bisa dihambat dalam mencari informasi. Selama menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik, tidak ada pihak yang boleh menghalangi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Qudrotul turut melempar tantangan kepada para wartawan untuk menelusuri sejarah sebuah bangunan yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Tangga Langit”.
Menurutnya, bangunan tersebut menyimpan cerita panjang yang belum banyak diketahui publik.
“Saya tantang teman-teman wartawan untuk mencari tahu sejarah Tangga Langit. Ada kisah panjang di balik bangunan itu yang menarik untuk diungkap,” katanya.
Selain itu, Qudrotul berharap berbagai kegiatan PWI, termasuk Konferkab, tetap dilaksanakan di Kabupaten Tulang Bawang. Menurut dia, kehadiran peserta dan tamu dari luar daerah dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini tetap digelar di Tulang Bawang. Kehadiran tamu dari luar daerah tentu bisa membantu perputaran ekonomi dan mendukung pelaku UMKM lokal,” pungkasnya. (saf)






