Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 4 Jul 2026 19:41 WIB ·

Disindir Soal Meritokrasi, Direktur Perumdam Way Sekampung Balas Sagang: “Jangan Asal Nuduh!”


Disindir Soal Meritokrasi, Direktur Perumdam Way Sekampung Balas Sagang: “Jangan Asal Nuduh!” Perbesar

Pringsewu – Polemik seputar tata kelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Way Sekampung semakin memanas. Setelah mantan Anggota DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan melontarkan kritik keras soal dugaan minimnya meritokrasi dalam pengisian jabatan direksi, Direktur Perumdam Way Sekampung Muhammad Hatta akhirnya buka suara.

Hatta secara tegas membantah insinuasi bahwa dirinya menduduki kursi Direktur karena faktor kedekatan dengan penguasa. Ia bahkan balik menyindir pernyataan Sagang yang sebelumnya mengaku pernah mengusulkan calon profesional dalam seleksi Direktur PDAM.

Baca Juga :   Menu Kuliner di Cafe Coffee Qabung Pasar Pulung Kencana Tubaba Makin Tren Ramai Pengunjung

Melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Jumat (3/7/2026), Hatta mengaku mengetahui sosok yang dimaksud Sagang.

Klik Gambar

“Halah, saya tahu siapa orang yang dibawa Sagang itu. Tanya sama Pak Sujadi waktu seleksi dulu itu seperti apa. Jadi jangan asal nuduh-nuduh saja,” tulis Hatta dalam bahasa Lampung, disertai emotikon tertawa.

Pernyataan itu merupakan respons atas klaim Sagang yang menyebut pernah mengusulkan seorang profesional menjadi Direktur PDAM, namun menurut pengakuannya, memperoleh informasi bahwa jabatan tersebut telah diarahkan kepada calon tertentu.

Baca Juga :   Dikeluhkan Masyarakat, Pembangunan RKB SDN 1 Sukamaju Tahun 2020 Diduga jadi Ladang Korupsi

Tak hanya membantah, Hatta juga menegaskan dirinya lolos melalui mekanisme seleksi resmi, bukan karena memiliki kedekatan dengan Bupati Pringsewu saat itu.

“Saya masuk di Pringsewu ini bukan karena dekat dengan Bupati Pringsewu waktu itu. Memang murni karena seleksi,” tegasnya.

Sebelumnya, Sagang Nainggolan menyatakan sulit berharap Perumdam Way Sekampung mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila pengelolaan perusahaan tidak dibangun berdasarkan meritokrasi dan profesionalisme. Ia juga mengkritik praktik pengisian jabatan di BUMD yang, menurut pandangannya, lebih mengedepankan kedekatan dibanding kompetensi.

Baca Juga :   PSHT Ranting Patrang Menyambut Bulan Ramadhan 1446 H Mengadakan giat Banjarsengon Bersholawat

Kini, polemik tidak lagi sebatas membahas target dividen dan PAD, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan terbuka mengenai proses seleksi direksi, profesionalisme pengelolaan BUMD, hingga tata kelola perusahaan daerah di Kabupaten Pringsewu. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

DPRD Lamtim 27 Tahun: Kolaborasi Tanpa Hilangkan Fungsi Kontrol

18 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Oknum Kades di Jember Diduga Menggadaikan Mobil Rental Daihatsu

18 Agustus 2026 - 17:05 WIB

HUT RI ke-81 Di Batanghari, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Kebersamaan Lewat Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 00:04 WIB

HUT RI Ke-81, Indonesia Berdaulat Adil Makmur, Bupati Lamtim : Isi Kemerdekaan Dengan Kerja Nyata

17 Agustus 2026 - 20:33 WIB

HUT RI ke-81, Bupati Ela : Fokus Percepatan Pembangunan Sesuai RPJM

17 Agustus 2026 - 20:18 WIB

237 Warga Binaan Rutan Sukadana Terima Remisi Dan 3 Orang Bebas, Wabup Azwar Hadi: Jangan Ulangi Kesalahan

17 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Trending di Berita Terkini