Tulang Bawang Barat –Hasil investigasi Tim Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat terkait dugaan temuan sayur berulat pada menu MBG dapur Sppg di Tiyuh Tirta Makmur Yayasan Nurussaadah Assobirin (Sendul langit) akan direkomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
Kasus yang diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
di bawah naungan Yayasan Nurussaadah Assobirin (Sendul Langit) itu menjadi perhatian publik setelah seorang balita penerima manfaat diduga hampir mengonsumsi sayur yang ditemukan terdapat ulat.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sofiyan Nur, S.Sos., M.IP, mengatakan pihaknya bersama Kejaksaan Negeri Tubaba telah turun langsung melakukan investigasi menyusul adanya laporan dari masyarakat.
“Atas informasi yang kami terima terkait penemuan ulat pada sayuran yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, sudah ditindaklanjuti oleh Tim Satgas bersama Kejaksaan Kabupaten Tubaba,” ujar Sofiyan melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/7/2026).
Menurut Sofiyan, saat tim melakukan monitoring, sempel makanan yang dipersoalkan sudah tidak lagi berada di lokasi sehingga tidak dapat diperiksa.
Dugaan sementara, ulat berasal dari sayuran kacang yang menjadi bagian dari menu MBG saat itu.
Ia menegaskan Satgas telah memberikan teguran keras kepada Kepala SPPG dan pihak pengelola.
Namun, kewenangan Satgas hanya sebatas memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional.
“Kami telah memberikan teguran keras kepada Kepala SPPG dan pengelola. Satgas hanya berwenang memberikan rekomendasi kepada BGN agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP dan tata kelola SPPG. Adapun sanksi menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana makanan yang diduga mengandung ulat tersebut dapat lolos dari proses pengawasan, siapa pihak yang harus bertanggung jawab, serta bentuk evaluasi maupun sanksi yang akan dijatuhkan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang dibiayai oleh anggaran negara dan menyasar balita serta pelajar, warga menilai setiap makanan yang disalurkan seharusnya telah melalui proses pemeriksaan yang ketat sebelum diterima penerima manfaat.
Salah seorang orang tua balita penerima MBG menilai masyarakat tidak hanya membutuhkan pernyataan bahwa persoalan telah ditangani, tetapi juga penjelasan yang terbuka mengenai hasil investigasi.
“Masyarakat berhak mengetahui apa hasil evaluasi menyeluruh itupunnanti siapa yang bertanggung jawab, serta langkah konkret yang diambil agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.
Orang tua balita juga meminta agar persoalan sayuran berulat itu menjadi perhatian presiden Republik indonesia dan pihak BGN agar kejadian tersebut tidak terulang kembali
“Kami berharap masalah ini dapat di tindak tegas bapak presiden prabowo subianto dan BGN jika terbukti ada kelalaian yang fatal baiknya di tutup saja dapur Sppg MBG itu lebih baik.”harapnya warga (Am)






