Menu

Mode Gelap

Tulang Bawang Barat · 17 Jul 2026 13:50 WIB ·

Ketua Komisi I DPRD Tubaba Minta Satgas Provinsi Lampung Jangan Tutup Mata Terkait Kasus Sayur Berulat


Ketua Komisi I DPRD Tubaba Minta Satgas Provinsi Lampung Jangan Tutup Mata Terkait Kasus Sayur Berulat Perbesar

Tubaba:Dugaan temuan sayur berulat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tiyuh Tirta Makmur, kevamatan Tulang Bawang Tengah (Tbt) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) di bawah naungan Yayasan Nurussaadah Assobirin (Sundul Langit), terus menjadi perbincangan dikalangan masyarakat hingga sejumlah pihak terkait

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Setempat, Yantoni, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG kabupaten Tubaba yang akan merekomendasikan dapur tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalani evaluasi menyeluruh.

Menurut Yantoni, persoalan keamanan pangan dalam program yang menyasar balita dan pelajar tidak boleh dianggap sebagai kesalahan biasa. Ia menilai setiap dugaan kelalaian harus diusut secara terbuka agar kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG tidak runtuh.

Klik Gambar

“Hasil investigasi harus ditindaklanjuti secara serius. Jika memang ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional atau kelalaian dalam pengawasan makanan, maka harus ada tindakan tegas. Keselamatan penerima manfaat adalah yang utama,” kata yantoni pada jumat (17/7/2026)

Baca Juga :   Sayuran Menu Makan Bergizi Gratis Berulat, Warga Tiyuh Tirta Makmur Kecewa Dengan Respon Pengelola

Yantoni menambahkan Agar Semua dapur yang ada di kabupaten tubaba agar lebih memperhatikan porsinya.

“Sementara ini porsi menu MBG yang kita temukan dilapangan belum sesuai juknisnya karena yang kita temukan sahnya berkisar 60% saja dari harga 8.000 sampai 10.000 ribu,maka dari itu kita berharap porsinya disesuaikan”tambahnya

Saya berharap agar Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Lampung Harus Menindaklanjuti Jangan Seperti Sebelum-sebelumnya Mereka Hanya Tutup Mata,Mereka Harus Mengkawalya Sampai Tuntas”Tutupnya

Diberitakan Sebelumnya, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sofiyan Nur, S.Sos., M.IP, mengungkapkan bahwa tim bersama Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat telah melakukan investigasi atas laporan dugaan temuan ulat pada menu sayuran MBG yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026.

“Atas informasi yang kami terima terkait penemuan ulat pada sayuran, sudah ditindaklanjuti oleh Tim Satgas bersama Kejaksaan Negeri Tubaba,” ujar Sofiyan, Kamis (16/7/2026).

Namun, saat tim turun ke lapangan, sampel makanan yang dipersoalkan sudah tidak berada di lokasi sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Dugaan sementara, ulat berasal dari sayuran kacang yang menjadi salah satu menu pada hari tersebut.

Baca Juga :   Ahmad Abdi Patoni Di Kawal Ketat Koalisi LSM TRINUSA, LBH Adil Nusantara, Dan Lintas Organisasi Pers

Satgas telah memberikan teguran keras kepada Kepala SPPG dan pihak pengelola. Meski demikian, Sofiyan menegaskan kewenangan Satgas terbatas pada pemberian rekomendasi kepada BGN.

“Kami akan merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP dan tata kelola SPPG. Untuk pemberian sanksi merupakan kewenangan BGN,” katanya.

Meski investigasi telah dilakukan, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana makanan yang diduga mengandung ulat tersebut bisa lolos dari proses pengawasan, siapa yang bertanggung jawab, serta bentuk sanksi yang akan dijatuhkan apabila terbukti terjadi kelalaian.

Ketiadaan penjelasan itu memicu pertanyaan publik. Mengingat Program MBG menggunakan anggaran negara dan diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti balita dan pelajar, masyarakat menilai standar keamanan pangan harus diterapkan tanpa kompromi.

Baca Juga :   Satgas MBG Tubaba Akan Merekomendasikan  Dapur SPPG Tirta Makmur Yayasan Nurussaadah Assobirin Ke BGN

Salah seorang orang tua balita penerima manfaat MBG mengatakan masyarakat membutuhkan transparansi, bukan sekadar pernyataan bahwa persoalan telah ditangani.
“Kami ingin hasil investigasi dibuka kepada publik. Siapa yang bertanggung jawab, apa bentuk evaluasinya, dan bagaimana jaminannya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia juga berharap persoalan tersebut mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Badan Gizi Nasional.

“Kalau memang terbukti ada kelalaian yang fatal, kami berharap pemerintah bertindak tegas. Jangan sampai program yang seharusnya menyehatkan anak-anak justru membahayakan mereka. Bila perlu, dapur SPPG tersebut ditutup sampai benar-benar memenuhi standar keamanan pangan,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi ujian bagi sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis. Publik menunggu langkah konkret Badan Gizi Nasional untuk memastikan setiap dapur penyedia MBG benar-benar memenuhi standar keamanan pangan, sehingga kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan penerima manfaat.(Am)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Sejumlah DPRT Partai PSI Tubaba Resmi Terbentuk, Enjang Kusyono: Target 103 DPRT Dalam 100 Hari Kerja

24 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Hal Ini Yang dilakukan Pemkab Tubaba Mediasikan ,Konflik Antara Buay Bulan Bersatu Dan PTPN 1 Regional 7 

21 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Disdikbud Tubaba Dalami Indikasi Penjualan Buku LKS Di SDN 4 Lambu Kibang

18 Agustus 2026 - 16:08 WIB

SPPI Tubaba Gelar “Agustusan Bersama SPPI Se-Tubaba” 2026: Loyalitas Tanpa Batas, Salam integritas

17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Oknum Tenaga Pendidik Di SDN 4 Lambu Kibang Tubaba Jual Buku LKS Ke Muridnya

17 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Nasib Oknum Karyawan PLN Tubaba Yang Selingkuh Ditentukan Hari Senin Depan

13 Agustus 2026 - 03:14 WIB

Trending di Tulang Bawang Barat