Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 28 Mar 2026 20:54 WIB ·

Puluhan Pegon Hiasi Pantai Watu Ulo di Lebaran Ketupat, Menjadi Tradisi Turun temurun di Ambulu.


Puluhan Pegon Hiasi Pantai Watu Ulo di Lebaran Ketupat, Menjadi Tradisi Turun temurun di Ambulu. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Gemasamudra.com, Jember – Kemeriahan Lebaran Ketupat di Kabupaten Jember kembali diwarnai dengan arak-arakan kendaraan tradisional pegon yang memadati kawasan wisata Pantai Wat Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, pada Sabtu (28/3/2026).

Tradisi tahunan ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kebanggaan dan kekayaan budaya masyarakat Kecamatan Ambulu dan sekitarnya yang terus dijaga eksistensinya.

Klik Gambar

Plt. Camat Ambulu, Fahrul Asrori, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan ikon kebanggaan bagi warga Sumberejo, Ambulu, hingga Kabupaten Jember secara luas.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi yang apik antara paguyuban pegon dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

Baca Juga :   Dalam Panen Raya Serentak Jagung di Jenggawah dihadiri Kapolres Jember Sebagai Bentuk Dukungan Nyata Program Asta Cita Pemerintah.

“Alhamdulillah, arak-arakan pegon ini adalah kebanggaan masyarakat. Ini menjadi ikon Kecamatan Ambulu, khususnya Desa Sumberejo, dalam melestarikan kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan tepat di hari ketujuh bulan Syawal,” ujar Fahrul Asrori saat memantau lokasi.

Meskipun zaman telah modern, pegon masih memiliki tempat di hati masyarakat. Fahrul menjelaskan bahwa dalam keseharian, pegon tetap difungsikan oleh para petani sebagai alat transportasi untuk mengangkut pupuk, hasil panen, hingga material bangunan.

Namun, di hari spesial seperti Lebaran Ketupat, pegon beralih fungsi menjadi kendaraan hias yang membawa rombongan keluarga untuk bersilaturahmi dan berwisata. Momentum ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga di wilayah Ambulu dan sekitarnya.

Baca Juga :   Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan Orang Asing Melaksanakan Operasi Wirawaspada 2026

Langkah serius diambil pemerintah untuk melindungi tradisi ini. Fahrul menyampaikan bahwa saat ini pegon tengah dalam proses pengajuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Kebudayaan. Hal ini dilakukan agar keaslian dan sejarah pegon di Jember mendapatkan pengakuan resmi secara nasional.

“Ini adalah tradisi tahunan yang terus kita dorong. Tujuannya, tentu untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun dari luar Jember,” tambahnya.

Tahun ini, jumlah peserta mencapai puluhan pegon yang datang dari berbagai pelosok desa di Ambulu maupun kecamatan tetangga seperti Wuluhan dan Jenggawah. Fahrul mencatat adanya lonjakan pengunjung yang sangat signifikan di Pantai Watulo.

Baca Juga :   Bupati Lamtim dan BPN Dinilai Tak Berkomitmen Ungkap Kasus Dugaan Mafia Tanah

Hal ini dipicu oleh kebijakan Bupati Jember, Gus Fawait, yang meluncurkan paket tiket masuk wisata murah seharga Rp 12.500. Dengan harga tersebut, masyarakat sudah bisa menikmati keindahan dua destinasi sekaligus, yaitu Pantai Watulo dan Pantai Papuma.

“Setelah adanya launching tiket murah dari Bapak Bupati, masyarakat tambah membeludak. Kondisi di lapangan sangat padat namun tetap meriah. Kami bersama Muspika terus memantau agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Memperingati HUT ke 80 Kartika Chandra Kirana Lakukan Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Yonarmed 8/UY Ambulu. 

16 April 2026 - 16:22 WIB

Desa Bagon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Mengadakan Musdes tentang pembentukan panitia penjaringan BPD.

16 April 2026 - 12:17 WIB

Sinergi Polres dan PSHT Jember Perkuat Kamtibmas Lewat Silaturahmi Syawal

15 April 2026 - 20:37 WIB

Endhika Dwi Kadariyanto,S.Pd Terpilih Aklamasi Pimpin Pramuka Kalisat. 

15 April 2026 - 20:25 WIB

FLS3N Kecamatan Patrang : Jadikan Seni sebagai Etalase Kualitas Pendidikan.

15 April 2026 - 08:02 WIB

Sebagai Bukti Kinerja Keuangan Transparansi dan Akuntabel,Polres Jember Borong Tiga Penghargaan dari KPPN.

15 April 2026 - 05:50 WIB

Trending di Berita Nasional