Menu

Mode Gelap

Daerah · 16 Mei 2025 07:59 WIB ·

PTPN 1 Regional 4 Ajung Menyambut dengan Harmonis Kedatangan Dirut PTPN 1


PTPN 1 Regional 4 Ajung Menyambut dengan Harmonis Kedatangan Dirut PTPN 1 Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Kebun tembakau PTPN 1 di Regional 4 Ajung, Jember, menjadi pusat perhatian dalam kunjungan kerja Direktur Utama PTPN 1, Teddy Yunirman Danas, yang dilakukan pada Kamis, 15 Mei 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Teddy disambut langsung oleh Subagiyo Regional Head 4 dan Dwi Aprilla Sandi SP. General Manager Kebun Tembakau. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pengembangan komoditas tembakau cerutu serta mengevaluasi kesiapan strategi bisnis yang tengah dijalankan.

Klik Gambar

Dalam pernyataannya, Teddy menegaskan bahwa pengembangan tembakau, khususnya untuk cerutu, memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan komoditas lain seperti karet atau teh. Ia menyebutkan bahwa pemasaran tembakau cerutu bersifat khusus dan pasarnya sangat terbatas.

Baca Juga :   Pembinaan Camat Limau sia-sia, Kakon Pariaman Diduga Tetap Salah Gunakan Wewenang Selewengkan Dana Desa

“Model bisnis tembakau tidak bisa disamakan dengan karet atau teh. Untuk tembakau cerutu, kita harus memastikan terlebih dahulu siapa pembelinya, baru bisa memulai penanaman. Karena ceruk pasarnya sempit dan konsumennya terbatas,” ungkap Teddy.

Menurutnya, tembakau cerutu tidak ditujukan untuk produksi rokok massal, melainkan untuk kebutuhan pasar tertentu yang menuntut kualitas tinggi dan spesifikasi khusus. Oleh karena itu, pendekatan bisnis berbasis off-taker menjadi strategi utama dalam memastikan keberlangsungan dan keberhasilan budidaya tembakau ini.

Baca Juga :   Brigjen Pol. Drs. Agus Andrianto SH Resmi Menjabat Kapolda Baru Di Sumut

Tidak hanya di Jember, pengembangan tembakau oleh PTPN 1 juga berlangsung di Medan dan Delhi, yang secara historis memiliki potensi dan pengalaman dalam produksi tembakau. Teddy menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan perluasan area tanam hingga 200 hingga 500 hektare di wilayah-wilayah tersebut, seiring dengan kepastian pasar yang telah tersedia.

“Kita sudah panen lima hektare sebagai langkah awal. Ke depan, kita akan perluas, tapi tetap berdasarkan kesiapan pasar. Kalau pembelinya jelas, kita jalan,” tambahnya.

Lebih jauh, Teddy menekankan bahwa tujuan akhir dari pengembangan ini bukan sekadar mengejar laba, melainkan menciptakan pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Gubernur Arinal Djunaidi Sampaikan Program Prioritas Provinsi Lampung Dalam Rapat Koordinasi Kementerian PPN

“Perusahaan yang sehat bukan yang untung tahun ini, rugi tahun depan, lalu untung lagi. Tapi yang terus tumbuh secara konsisten. Kalau perusahaannya sehat, maka karyawannya sejahtera dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata komitmen manajemen PTPN 1 dalam mendorong transformasi bisnis berbasis kekuatan lokal dan kepastian pasar, guna menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dari pemegang saham, karyawan, hingga masyarakat sekitar.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

Diduga Nikahi Perempuan yang Belum Cerai Resmi, Pencalonan CK di Pilkakon Siliwangi Dipertanyakan

31 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Dana Revitalisasi APBN Dikelola Swakelola, Kepala SMP Muhammadiyah Pagelaran Pilih Bungkam Saat Dikonfirmasi

31 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Kepala Sekolah SMPN 1 Ajung Tegaskan Tak Jual LKS, Koperasi Hanya Fasilitasi Buku Ringkasan Materi Dan Soal Wali Murid Seharga Rp144 Ribu untuk 12 Buku

5 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Korwil MGG Jember Soroti Belum Adanya Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab SPPG 1 Karangsono kepada Korban Terdampak MBG: “Empati Tidak Bisa Menunggu”

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ketua FKWKP Soroti Laporan Advokat terhadap Wartawan : Dahulukan Mekanisme UU Pers

22 Juli 2026 - 19:27 WIB

Ketua IWO Pringsewu Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis: Ancaman Tak Boleh Bungkam Pers

9 Juli 2026 - 21:39 WIB

Trending di Berita Terkini