Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 23 Jul 2026 12:13 WIB ·

Paparkan Data AKI 183, Dr. Wahdi: Kita Turunkan Untuk Generasi Yang Kita Harapkan


Paparkan Data AKI 183, Dr. Wahdi: Kita Turunkan Untuk Generasi Yang Kita Harapkan Perbesar

Jakarta-gemasamudra.com- Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi,Dr. H. Wahdi Siradjuddin,Sp.OG(K), M.H. menjadi narasumber dalam 2 agenda nasional terkait kesehatan ibu dan anak pada Rabu (23/7/2026).

Agenda pertama, Dr. Wahdi menghadiri Peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026-2030, yang digelar Kementerian Kesehatan RI bersama UNICEF di Jakarta.

Dalam paparannya, Dr. Wahdi menyampaikan keprihatinan karena AKI Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Klik Gambar

“AKI di Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai RPJMN 2024, namun MASIH LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN negara-negara ASEAN lainnya. Berdasarkan data BPS 2023 dan Kemenkes RI, AKI Indonesia tercatat 183 per 100.000 kelahiran hidup,” ujar Dr. Wahdi, kepada media melalui Via Watshapp.

Baca Juga :   Tekab 308 Presisi Polres Metro Berhasil Amankan 2 Pelaku Curat

Agenda kedua, Dr. Wahdi menyampaikan sambutan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) / Borneo Obstetric Gynecology Annual Scientific Conference.

Dari rekaman video, terlihat Dr. Wahdi tampil dengan kemeja batik merah di atas podium berlogo BOG. Di layar besar tampil slide bertajuk “I.PENDAHULUAN – Visi Besar yang Membumi” dan “Program penurunan Kesejahteraan Perempuan”.

Di hadapan dokter spesialis Obgyn se-Indonesia, Dr. Wahdi menekankan pentingnya visi besar dalam pembangunan kesehatan.

Baca Juga :   Tahun 2025 Bakal Menjadi Awal Tonggak Sejarah Kemajuan Sektor Pertanian Jember, Harapan Bupati Gus Fawaid.

“Kita menurunkan angka kematian ibu untuk generasi yang kita harapkan. Jika pondasi ini tidak kita jalankan tentu harapan tidak sesuai. Makanya perlu keroyokan,” tegas Dr. Wahdi.

Lebih lanjut, beliau menyoroti disparitas AKI antar provinsi. Beberapa provinsi bahkan masih mencatatkan AKI di atas 300 per 100.000 kelahiran hidup, padahal target SDGs 2030 adalah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu masih didominasi perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi.

“Penurunan AKI ini butuh kerja bersama. Tidak bisa hanya Kemenkes. Pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat harus bergerak bersama agar setiap ibu bisa melahirkan dengan selamat,” pungkasnya.

Baca Juga :   PMI UIN KHAS Jember Gelar Edukasi Bertajuk Dharma Wiyata di SMP Science Qur'an Al Irsyad Jember 

Dr. Wahdi menegaskan berkomitmen penuh mendukung Kerangka Kerja Nasional 2026-2030 dengan menguatkan sistem rujukan, peningkatan kapasitas nakes, dan edukasi ke masyarakat.

(*)

“KITA TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU

UNTUK GENERASI YANG KITA HARAPKAN”

– Dr. Wahdi

Dalam Forum POGI & Peluncuran Kerangka Kerja Nasional 2026-2030

Jakarta, 23 Juli 2026

Data: AKI Indonesia 183/100.000 KH

Solusi: SDM, Tata Kelola, dan KEROYOKAN semua pihak

Karena ibu sehat = generasi kuat

#DrWahdi #POGI #KerangkaKerjaNasional #KesehatanIbuAnak #PemkotMetro

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

96 Anggota PMR Wira Jember digembleng Lewat Latihan Gabungan oleh KSR PMI unit ITS Mandala

25 Juli 2026 - 10:48 WIB

ICMI Orda Jember Serahkan Tandon Air 1.200 Liter via PMI Kabupaten Jember, bantu warga dampak kekeringan 

24 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wamenkes RI Resmikan Home Care di Jember, 49 Mobil Siap Layani Warga Hingga ke Rumah

24 Juli 2026 - 11:16 WIB

REI Jember Klarifikasi Isu BPHTB dan PBG MBR, Tegaskan Pemkab Sudah Berlakukan Pembebasan Sejak 2025

23 Juli 2026 - 08:26 WIB

PMI Kecamatan Sumberbaru Sukses Sumbang 24 Kantong Darah

22 Juli 2026 - 16:06 WIB

Melalui Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Hilirisasi Jagung dan Pengembangan UMKM Pertanian 

22 Juli 2026 - 09:37 WIB

Trending di Berita Nasional