Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 24 Mar 2026 13:38 WIB ·

Pada Lebaran 2026, Pemkab Jember Siapkan Pengamanan Ketat dan Perbaikan Fasilitas.


Pada Lebaran 2026, Pemkab Jember Siapkan Pengamanan Ketat dan Perbaikan Fasilitas. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember,Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember telah mematangkan strategi pengamanan lalu lintas saat arus mudik lalu dan menjelang arus balik Lebaran 2026.

Fokus utama tahun ini meliputi pembatasan kendaraan berat, pemetaan titik rawan kecelakaan, hingga perbaikan sarana prasarana jalan demi kenyamanan pemudik.

Klik Gambar

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengungkapkan bahwa pembatasan operasional kendaraan angkutan barang akan mulai diberlakukan pada mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.

Baca Juga :   Tuntutan Dipenuhi, Proses Mediasi Berjalan Adem Ayem

“Sesuai jadwal, pembatasan mulai berlaku tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 mendatang. Kendaraan sumbu tiga atau lebih, termasuk gandengan dan tempelan, dilarang melintas kecuali untuk angkutan bahan pokok, BBM, dan BBG,” ujar Gatot, Selasa (24/3/2026).

Selain kendaraan logistik strategis, angkutan bahan bangunan, material, dan hasil tambang juga masuk dalam daftar kendaraan yang dilarang beroperasi selama periode tersebut guna menekan angka kemacetan.

Untuk memastikan kelancaran di lapangan, Dishub Jember telah menyiapkan sekitar 40 personel internal yang akan disebar di berbagai titik strategis. Pengamanan ini tidak dilakukan sendiri, melainkan bersinergi dengan instansi lain dalam posko gabungan.

Baca Juga :   Bupati Fawait Resmikan Majelis Sholawat Al Mu’tasbhim Billah, Tegaskan Jember Sebagai Kota Religius dan Bersatu

“Kami bekerja sama dengan Satlantas dan instansi terkait lainnya. Ada pos-pos pemantauan yang disiagakan seperti di titik Sumberbaru dan Garahan. Selain personel Dishub, ada juga dukungan dari Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Satpol PP,” tambahnya.

Selain itu, menanggapi tingginya risiko kecelakaan di titik-titik rawan (black spot), Gatot menegaskan bahwa pihaknya tengah mengebut perbaikan fasilitas jalan. Salah satu prioritas utamanya adalah Penerangan Jalan Umum (PJU) guna menjamin jarak pandang pengendara saat malam hari.

Baca Juga :   Direktur Utama PTPN I Menghadiri Panen Perdana edamame PT Mitratani Dua Tujuh

“Instruksi Bupati sangat jelas, PJU harus menyala semua. Saat ini kami sedang dalam proses perbaikan massal, terutama menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e. Penerangan yang optimal adalah kunci keselamatan,” tegas Gatot.

Terkait detail pemetaan jalur rawan kecelakaan dan titik black spot, Gatot menyebutkan koordinasi intensif terus dilakukan bersama Satlantas Polres Jember agar informasi yang diterima masyarakat lebih akurat.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Letkol Juni Fitriyan sangat Bangga Prajurit Ksatria Condromowo Lolos Seleksi Diktuba

19 April 2026 - 11:13 WIB

Diktuba TNI AD Gel.II Tahun 2026 di Secaba Jember Resmi di Buka Danrindam V/Brw.

18 April 2026 - 20:31 WIB

Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Jember Melaksanakan Halal Bihalal Di RM Lestari.

17 April 2026 - 19:15 WIB

Memperingati HUT ke 80 Kartika Chandra Kirana Lakukan Penanaman Pohon dan Senam Bersama di Yonarmed 8/UY Ambulu. 

16 April 2026 - 16:22 WIB

Desa Bagon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Mengadakan Musdes tentang pembentukan panitia penjaringan BPD.

16 April 2026 - 12:17 WIB

Sinergi Polres dan PSHT Jember Perkuat Kamtibmas Lewat Silaturahmi Syawal

15 April 2026 - 20:37 WIB

Trending di Berita Nasional