Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 26 Feb 2026 19:16 WIB ·

Masalah Banjir Menahun , Warga Muktisari Adukan ke Satgas ITR Jember.


Masalah Banjir Menahun , Warga Muktisari Adukan ke Satgas ITR Jember. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Ketidakpastian atas bencana banjir yang melanda Perumahan Muktisari Tahap III selama sepuluh tahun terakhir akhirnya mendorong warga mengambil langkah hukum. Didampingi warga Lingkungan Keranjingan, Kecamatan Sumbersari, perwakilan penghuni resmi melaporkan pihak pengembang ke Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang (Satgas ITR) Kabupaten Jember.

Laporan tersebut dipicu oleh sikap developer yang dinilai tidak acuh terhadap penderitaan warga. Tedy, salah satu perwakilan warga, memaparkan bahwa pemukiman mereka telah menjadi titik langganan banjir sejak 2014. Puncak banjir terparah terjadi pada 2015 dan insiden serupa kembali terulang pada Desember 2024 lalu.

Klik Gambar

“Kami terpaksa melapor karena komunikasi dengan pengembang menemui jalan buntu. Warga butuh kepastian dan solusi teknis agar tidak lagi was-was setiap kali hujan deras turun,” tegas Tedy usai audiensi di Aula Prajamukti Pemkab Jember, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga :   Aktivasi tidak lewat Online : Waspada Scamming Modus Aktivasi KTP Digital, Kadispenduk Jember 

Merespons keluhan tersebut, Anggota Satgas ITR Jember, Widodo Julianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi lapangan. Hasil pantauan sementara menunjukkan adanya dugaan pelanggaran sempadan sungai yang menjadi faktor utama penghambat drainase di wilayah tersebut.

Guna menuntaskan persoalan yang berkaitan dengan legalitas pemukiman, Satgas ITR berencana menempuh beberapa opsional.

Pertama, melanjutkan monitoring mendalam terkait struktur bangunan yang melanggar tata ruang. Kedua, menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meninjau kembali sertifikasi lahan perumahan.

Baca Juga :   7.445 KK Terdampak di 10 Kecamatan Jember Tegaskan Percepatan Pemulihan.

Selanjutnya, memfasilitasi pertemuan antara warga, pengembang, dan instansi terkait guna mencari jalan keluar permanen.

Widodo memastikan pihaknya akan menangani kasus ini secara serius, mengacu pada keberhasilan penanganan konflik tata ruang serupa yang pernah dilakukan di wilayah Tegal Besar sebelumnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Musdes Desa Silo Sepakati Dukungan Pembangunan Yon TP, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu Hoaks Tambang Emas

28 Mei 2026 - 23:13 WIB

Dalam Rangka Hari Raya idul Adha : PTPN I Regional 5 Kebun Ajung Gayasan melaksanakan penyembelihan hewan kurban 

28 Mei 2026 - 11:33 WIB

Ada Apa ?? Puluhan Warga Silo Hadir ke Kodim 0824 Jember

27 Mei 2026 - 20:31 WIB

Polsek Ajung Gelar Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 14:54 WIB

Di duga tergugat membuat keterangan palsu menghindari pengembalian sertifikat.

26 Mei 2026 - 14:06 WIB

Tes Pendadaran Calon Warga PSHT 2026 Ranting Ajung,Cabang Jember, Pusat Madiun Berlangsung Lancar.

24 Mei 2026 - 18:59 WIB

Trending di Berita Nasional