Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 8 Mei 2025 21:50 WIB ·

Lampung Timur Jadi Percontohan Perlindungan PMI, 10 Desa Migran Emas Resmi Dicanangkan


Lampung Timur Jadi Percontohan Perlindungan PMI, 10 Desa Migran Emas Resmi Dicanangkan Perbesar

Lampung Timur-Gemasamudra.com- Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mencanangkan program “10 Desa Migran Emas” di Balai Desa Bandar agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kamis (8/5/2025).

Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Lampung Timur dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya perempuan.

“Sejak masa kampanye, saya sudah menyatakan akan memperjuangkan nasib PMI, terutama dari Lampung Timur. Apalagi mayoritas dari mereka adalah perempuan, dan sebagai perempuan juga, ini menjadi cita-cita besar saya,” kata Ela di hadapan warga dan perangkat desa.

Klik Gambar

Ela mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan segera turun ke Lampung Timur untuk menindaklanjuti program ini. Menurutnya, Lampung Timur merupakan salah satu daerah dengan pemberangkatan pekerja migran tertinggi di Provinsi Lampung, sehingga perhatian serius perlu diberikan.

Baca Juga :   Imam Masjid dan Guru Ngaji di Tuba dapat Bantuan dari Baznas

Pemerintah daerah juga menyoroti persoalan pemberangkatan non-prosedural yang selama ini masih terjadi. “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, khususnya bagi Dinas Tenaga Kerja. Kami ingin meminimalkan risiko yang dihadapi calon PMI,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, 10 desa percontohan akan mendata secara riil jumlah calon pekerja migran di wilayahnya. Selain itu, Pemda Lampung Timur juga menyiapkan pelatihan literasi dasar dan keterampilan bagi calon PMI agar mereka siap kerja dan terhindar dari tindak perdagangan orang.

Baca Juga :   Polres Tuba Ringkus 15 Pelaku dan Amankan 345 Botol Miras

“Pemda juga akan menyiapkan pendamping hukum bagi PMI, untuk menghadapi kemungkinan buruk seperti gaji tidak dibayarkan atau menjadi korban penipuan,” tegas Ela. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental para calon PMI karena konsekuensi meninggalkan keluarga dalam waktu lama, bisa mencapai tiga tahun.

Pemerintah daerah berkomitmen memberdayakan purna PMI yang telah kembali ke tanah air melalui pelatihan ekonomi. “Kami ingin mereka mampu mengelola hasil jerih payahnya di luar negeri menjadi modal usaha yang produktif,” pungkas Bupati Ela. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 130 kali

Baca Lainnya

Polemik Limbah SPPG Sukanegara Memanas, Oknum DPRD Tanggamus Tantang Media Bertemu

17 Februari 2026 - 20:17 WIB

Program Gizi Tercoreng? Limbah Cair Dapur MBG SPPG Sukanegara Bulok Diduga Langgar Aturan Lingkungan

14 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ikan Warga Mati, Limbah Dapur MBG Pekon Pariaman Gunung Alip Jadi Sorotan

13 Februari 2026 - 20:24 WIB

SMKN 1 Sidomulyo Gelar LKDS, Cetak Pemimpin Muda Berkarakter

13 Februari 2026 - 11:35 WIB

BRI Peduli Salurkan Mobil Pengangkut Sampah Untuk Yayasan Raudlotul Jannah

12 Februari 2026 - 20:07 WIB

BRI Peduli Salurkan Mobil Pengangkut Sampah Untuk Yayasan Karya Mandiri di Desa Karang Anom

10 Februari 2026 - 21:04 WIB

Trending di Berita Terkini