Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Ratusan petani se kabupaten Jember yang diwakili Poktan dan Gapoktan mengikuti bimtek optimasi lahan tahun 2026 yang dibuka langsung oleh kepala dinas TPHP Drs. M.Djamil,M.Si dengan menghadirkan 2 narasumber dari institusi aparat penegak hukum yaitu kepala kejaksaan negeri Jember Dr.Yadyn Palebangan,S.H.M.H dan Kasi Intel Kajari. Sedangkan besuk 21 Mei 2026 narasumber Satreskim atau Tipikor Polres Jember.
Moh.Kosim,S.TP.MP. selaku kabid prasarana, sarana dan penyuluhan pertanian menyampaikan program optimasi lahan (Oplah) merupakan program strategis nasional yang anggarannya dari kementerian pertanian. Tahun 2025 Jember mendapatkan Oplah seluas 4.410 Hektar untuk 107 Poktan dan tahun 2026 lebih besar seluas 7.070 untuk 240 Poktan karena Jember dinilai sukses oleh kementerian pertanian.
Lebih lanjut Moch.Kosim menyampaikan anggaran sebesar ini perlu dikawal sebaik mungkin. Melalui Bimtek ini diharapkan Poktan bisa menerima dengan baik juknis yang ada. Pengawalan ini perlu melibatkan semua pihak termasuk media. Secara kedinasan kami mengundang APH sebagai narasumber dari Kejaksaan yang dihadiri langsung Kajari Jember Dr. Yadyn,SH.MH dan Kasi intel. Untuk besuk pagi narasumber dari Satreskim atau Tipikor Polres Jember sebagai langkah penguatan terhadap kelompok tani sebagai pelaksana kegiatan oplah.
Harapan Moch Kosim, masyarakat melaksanakan kegiatan oplah ini sesuai juknis yang ada, sesuai spek syukur masyarakat juga berperan aktif bergotong royong karena program ini swakelola sehingga saluran air yang biasanya 50 meter bisa bertambah dengan swadaya masyarakat sesuai harapan pak Kadis TPHP agar masyarakat hanggarbeni merasa memiliki sampai program selesai juga merawatnya, harap Moch Kosim.
Sementara itu Kajari Jember Dr.Yadyn Palebangan, SH.MH menyampaikan agar selamat dalam penggunaan anggaran harus pegang 5 prinsip yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengadministrasian, penata usahaan dan pertanggungjawaban. Contoh dalam perencanaan tentunya juga harus mempertimbangkan kondisi terkini dan kondisi geografisnya. Jadi harus akurat dan realistis dapat dipertanggungjawabkan. Administrasi yang rapi adalah benteng pertama dari pelanggaran hukum, terang Kajari Jember Dr.Yadyn,SH.MH.
Kajari Jember dalam pemaran materi bimtek juga berbagi ilmu pengalaman teknik pertanian pada waktu beliau menjadi Kajari pertama di Kejari Luwu Timur Sulawesi Selatan mendapatkan penghargaan sebagai pendukung kegiatan pertanian yang baik se Indonesia dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Jadi kalau berbicara masalah pertanian saya paham karena basic saya petani, kami paham mulai dari pH tanah, kualitas unggulan bisa kita komunikasi karena pada saat disana di Luwu Timur Sulawesi Selatan saya mengembangkan 11 kualitas unggulan diantaranya semangka tanpa biji, durian musangking, durian balok, jagung, melon bolen, dan masing-masing desa itu saya tempatkan kualitas unggulan, terang Kajari Jember.






