Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 5 Jul 2026 13:18 WIB ·

Dosen Universitas PGRI Argopuro Jember Teliti Pengetahuan Pranatamangsa Petani di Desa Pancakarya


Dosen Universitas PGRI Argopuro Jember Teliti Pengetahuan Pranatamangsa Petani di Desa Pancakarya Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Tim peneliti dari Program Studi Statistik Universitas PGRI Argopuro Jember melakukan penelitian mengenai pengetahuan petani terhadap Pranatamangsa sebagai kearifan lokal yang berperan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) pukul 12.00 WIB di kediaman Harjo Mulyo, Dusun Curah Welut, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Penelitian dipimpin oleh Dr. Dwi Agustin Retnowardani, S.Si., M.Si. bersama seorang dosen dan mahasiswa. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang melibatkan puluhan petani dari Kelompok Tani (Poktan) Sido Rukun I yang diketuai Harjo Mulyo serta Poktan Sido Rukun II yang diketuai Agus Siswanto.

Klik Gambar

Melalui kuesioner tersebut, tim peneliti menggali sejauh mana pengetahuan dan penerapan Pranatamangsa masih dipahami oleh para petani sebagai pedoman tradisional dalam menentukan waktu pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen berdasarkan tanda-tanda alam.

Baca Juga :   Korwil MGG Jember Ucapkan Selamat Dan Berikan Statment Bangfest IGTKI 2024 Dongkrak UMKM

Dr. Dwi Agustin Retnowardani menjelaskan bahwa Kecamatan Ajung menjadi lokasi ketiga dalam rangkaian penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten Jember.

“Sebelumnya kami telah melakukan pengambilan data di Kecamatan Pakusari dan Arjasa. Setelah ini kami akan melanjutkan penelitian di wilayah pesisir Kabupaten Jember agar memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai pengetahuan petani di berbagai karakteristik wilayah,” ujarnya.

Baca Juga :   Keberadaan Tambang Ilegal di Pekon Hilian Baji Bikin Resah Warga, Rusak Akses Jalan dan Lingkungan

Menurutnya, Pranatamangsa merupakan warisan pengetahuan leluhur yang selama ini menjadi acuan petani dalam bercocok tanam dan masih memiliki nilai penting meskipun perkembangan teknologi pertanian semakin pesat.

“Melalui penelitian ini kami ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan Pranatamangsa masih dipahami dan diterapkan oleh petani saat ini. Pengetahuan lokal ini perlu dikaji secara ilmiah agar dapat dipadukan dengan ilmu pengetahuan modern, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin dinamis,” jelasnya.

Baca Juga :   Pemerhati Lingkungan Ade Darman, M.H. Dan Eko Wibowo Gandeng Korwil MGG Catur Teguh Wiyono Beserta Pemkab Kunjungi PT Imasco Tindak Lanjuti FGD

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pertanian yang mampu mengintegrasikan pendekatan akademik dengan kearifan lokal, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga petani di Kabupaten Jember sekaligus melestarikan warisan budaya pertanian yang telah diwariskan secara turun-temurun.(Holy)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Pengurus DPC PERWATUSI Jember Resmi Dilantik :Gencarkan Pencegahan Osteoporosis Sejak Dini

11 Juli 2026 - 11:35 WIB

Polres Jember Gelar Jumat Curhat di Desa Wirowongso, Warga Sampaikan Aspirasi Soal SIM, Samsat hingga Keamanan

10 Juli 2026 - 12:46 WIB

JUMANJI Ke-4, Camat Ajung Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Dukung Program Bupati dan Sukseskan Sensus Ekonomi

10 Juli 2026 - 09:04 WIB

Pejabat Wakapolres Jember dan Kasdim 0824 Jember bersama kejaksaan jember hadiri Rumah Kebangsaan 

10 Juli 2026 - 05:23 WIB

Sekolah Rakyat Megah Dibangun di Jember, Gus Fawait: Negara Hadir untuk Anak dari Keluarga Miskin

9 Juli 2026 - 17:23 WIB

Debitur KPR BTN Jember Keluhkan Sertifikat Tak Kunjung Diserahkan Meski Kredit Lunas Sejak Agustus 2025

8 Juli 2026 - 13:30 WIB

Trending di Berita Nasional