Lampung Timur – (GS) – Guna Memiliki ahlak yang baik dan berguna bagi Bangsa dan Negara, maka setiap Orang Tua menyekolahkan Anaknya hingga menjadi peribadi yang baik, namun bagaimana jika tempat menimba Ilmu ini tercoreng oleh kelakuan Masyarakat sekitar untuk pacaran.
Menanggapi hal tersebut Kepala Sekolah SDN N 2 Pugung Raharjo, Kecatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung timur mengadakan rapat Wali Murid mengenai Sekolahan yang di jadikan tempat pacaran, namun selain merapatkan kejadian tersebut di ujung pembicaraan masuklah bahasan sumbangan untuk membuat pagar supaya, tidak lagi ada yang berpacaran di sekolahan tersebut.
Dalam pembahasan tersebut Wali Murid di bebankan Rp.50.000 ribu rupiah per murid, Kepala Sekolah mengatakan, “total murid SD N 2 Pugung Raharjo hanya Seratus Empat Puluh (140) Murid, dan uang yang terkumpul hanya Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah (6.300,000),”ungkap Kepsek.
Lebih lanjut Kepsek mengatakan, “namun total uang yang habis terpakai senilai Dua Belas Juta Rupiah, (12.000.000) sisanya itu saya yang nambah, “ungkap Kepala Sekolah.
Di tempat berbeda Ketua Komite mengatakan, “memang betul penarikan Lima Puluh Ribu (50) itu, tapi tidak semua Wali Murid bayar,saya selaku komitenya, tapi saya berani bersumpah kalau saya makan uang itu walau pun seribu rupiah,malah saya yang rugi menyumbang batu dua mobil, “ungkap komite tersebut didepan Awak Media.
Di ketahui Permendikbud no 75 Tahun 2016 telah menjelaskan sejelas”nya bahwa yang termasuk sumbangan adalah pemberian sukarela tanpa paksaan dan tidak wajib, dan kebesaran nominalnya tidak di tentukan.
Penulis: Muntiri