Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Program Optimasi Lahan (Oplah) pertanian di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, terus dikerjakan. Dalam pelaksanaannya, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pancakarya Sri Wahyuni bersama Babinsa Pancakarya Kopka Alip turut melakukan pendampingan di lokasi proyek.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program sekaligus memastikan kegiatan di lapangan berjalan sesuai dengan rencana.
Berdasarkan klarifikasi Ketua Gapoktan Panca Jaya Desa Pancakarya, Mastur, kegiatan Oplah tersebut merupakan program Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.
Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang berlokasi di wilayah Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung.
Program tersebut memiliki anggaran sebesar Rp437 juta, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, menurut UPKK Ahmad Sofyan, pengerjaan awal proyek mulai dilaksanakan pada 5 Agustus 2026. Hingga saat ini, pekerjaan telah berlangsung sekitar 40 hari.
“Untuk saat ini progres pengerjaan sudah sekitar 40 persen,” ujar Ahmad Sofyan.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan proyek tersebut, pihaknya tidak hanya berfokus pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami mempekerjakan masyarakat sekitar dan anggota petani yang terdampak,” jelasnya.
Keterlibatan masyarakat dan petani terdampak tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi selama proses pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, pendampingan yang dilakukan PPL Sri Wahyuni dan Babinsa Pancakarya Kopka Alip menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program Oplah di wilayah tersebut.
Kehadiran PPL diharapkan dapat membantu dari sisi pendampingan pertanian, sementara Babinsa turut mendukung terciptanya koordinasi dan kelancaran kegiatan di lapangan.
Melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini, kondisi jaringan pengairan pertanian di Desa Pancakarya diharapkan semakin baik. Dengan demikian, kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat lebih optimal dan pada akhirnya mampu mendukung peningkatan produktivitas serta hasil pertanian para petani.
Program Oplah tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian Desa Pancakarya, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.






