Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Pemerintah Desa Pancakarya bersama tenaga kesehatan, kader, perangkat desa, Babinsa, dan unsur terkait akan menggelar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di tiga titik wilayah Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan PSN dibagi menjadi tiga tim yang menyasar wilayah berbeda. Tim 1 bertugas di Jambu 38 dengan melibatkan Kepala Dusun, Babinsa Steven, Dian Kesling, Wulan, Ana, Wahyu, serta seluruh kader Jambu 33, 35, dan 38.
Sementara Tim 2 menyasar wilayah Jambu 36 (daerah Pak Jumadi) yang terdiri dari Annisa, Kepala Dusun, Bu Evi, Dwi, Bu Mila, serta seluruh kader Jambu 34, 36, dan 37.
Adapun Tim 3 akan melaksanakan PSN di Jambu 32 dengan melibatkan dr. Nur Rakhman, Kepala Desa Pancakarya, Kepala Dusun, Babinsa Alif, Ilham, Dea, Faiq, Warda, serta seluruh kader Jambu 29, 30, 31, dan 32.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh tim akan memfokuskan aksi pada pemeriksaan dan pembersihan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, seperti kamar mandi, tempat penampungan air, pekarangan rumah, kandang ternak, serta berbagai titik genangan air. Kegiatan tidak difokuskan pada pembersihan saluran atau got, melainkan pada pemberantasan jentik nyamuk secara langsung.
Petugas dan kader diimbau membawa perlengkapan seperti senter, sikat kamar mandi, masker, sarung tangan, serta abate yang akan digunakan pada tahap akhir kegiatan bila diperlukan.
Selain aksi PSN, masyarakat juga akan mendapatkan penyuluhan kelompok di lokasi terdampak. Penyuluhan akan disampaikan oleh Wahyu untuk Tim 1, Dwi untuk Tim 2, dan Warda untuk Tim 3. Materi penyuluhan akan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan gerakan 3M Plus, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD.
Pemerintah Desa Pancakarya berharap kegiatan PSN serentak ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, khususnya pada musim yang berpotensi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).






