Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih adaptif terhadap teknologi terus dilakukan. Salah satunya melalui peluncuran AURO, platform digital growth berbasis data yang dikembangkan bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (UNEJ).
Soft-launch AURO digelar dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga pelaku UMKM lokal. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fasilkom UNEJ, Antonius Cahya Prihandoko, serta Founder AURO, Tamara Firstanty.
Peluncuran ini bukan sekadar memperkenalkan aplikasi digital. Lebih dari itu, AURO hadir sebagai solusi untuk membantu UMKM memahami kondisi bisnis mereka secara lebih terukur melalui pendekatan Business Health Index atau indeks kesehatan usaha.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ujar Antonius.

Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Capstone Project dan MBKM menjadi nilai tambah tersendiri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan teknologi yang berdampak nyata bagi pelaku usaha.
Sementara itu, Tamara Firstanty menjelaskan bahwa AURO dirancang bukan sekadar aplikasi kasir digital. Platform ini mengintegrasikan fungsi operasional dengan analisis bisnis yang komprehensif.
“Banyak UMKM sebenarnya punya penjualan yang baik, tetapi tidak memahami kesehatan bisnisnya. Di sinilah AURO hadir, memberikan gambaran yang jelas dan membantu mereka mengambil keputusan strategis,” jelasnya.
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Capstone Project dan MBKM menjadi nilai tambah tersendiri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan teknologi yang berdampak nyata bagi pelaku usaha.
Sementara itu, Tamara Firstanty menjelaskan bahwa AURO dirancang bukan sekadar aplikasi kasir digital. Platform ini mengintegrasikan fungsi operasional dengan analisis bisnis yang komprehensif.
“Banyak UMKM sebenarnya punya penjualan yang baik, tetapi tidak memahami kesehatan bisnisnya. Di sinilah AURO hadir, memberikan gambaran yang jelas dan membantu mereka mengambil keputusan strategis,” jelasnya.
Peluncuran AURO sekaligus menjadi momentum lahirnya gerakan digitalisasi UMKM berbasis kolaborasi kampus dan industri dari daerah. Dari Jember, inovasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan menjadi solusi bagi UMKM di seluruh Indonesia.
Ke depan, AURO menargetkan diri sebagai platform pertumbuhan yang membantu UMKM menjadi lebih sehat, kompetitif, dan bankable. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas. (*)






