Korwil Jatim Holiyadi
Gemasamudra.com, Jember – Kemeriahan Lebaran Ketupat di Kabupaten Jember kembali diwarnai dengan arak-arakan kendaraan tradisional pegon yang memadati kawasan wisata Pantai Wat Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, pada Sabtu (28/3/2026).
Tradisi tahunan ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kebanggaan dan kekayaan budaya masyarakat Kecamatan Ambulu dan sekitarnya yang terus dijaga eksistensinya.
Plt. Camat Ambulu, Fahrul Asrori, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan ikon kebanggaan bagi warga Sumberejo, Ambulu, hingga Kabupaten Jember secara luas.
Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi yang apik antara paguyuban pegon dengan Pemerintah Kabupaten Jember.
“Alhamdulillah, arak-arakan pegon ini adalah kebanggaan masyarakat. Ini menjadi ikon Kecamatan Ambulu, khususnya Desa Sumberejo, dalam melestarikan kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan tepat di hari ketujuh bulan Syawal,” ujar Fahrul Asrori saat memantau lokasi.
Meskipun zaman telah modern, pegon masih memiliki tempat di hati masyarakat. Fahrul menjelaskan bahwa dalam keseharian, pegon tetap difungsikan oleh para petani sebagai alat transportasi untuk mengangkut pupuk, hasil panen, hingga material bangunan.
Namun, di hari spesial seperti Lebaran Ketupat, pegon beralih fungsi menjadi kendaraan hias yang membawa rombongan keluarga untuk bersilaturahmi dan berwisata. Momentum ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga di wilayah Ambulu dan sekitarnya.
Langkah serius diambil pemerintah untuk melindungi tradisi ini. Fahrul menyampaikan bahwa saat ini pegon tengah dalam proses pengajuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Kebudayaan. Hal ini dilakukan agar keaslian dan sejarah pegon di Jember mendapatkan pengakuan resmi secara nasional.
“Ini adalah tradisi tahunan yang terus kita dorong. Tujuannya, tentu untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun dari luar Jember,” tambahnya.
Tahun ini, jumlah peserta mencapai puluhan pegon yang datang dari berbagai pelosok desa di Ambulu maupun kecamatan tetangga seperti Wuluhan dan Jenggawah. Fahrul mencatat adanya lonjakan pengunjung yang sangat signifikan di Pantai Watulo.
Hal ini dipicu oleh kebijakan Bupati Jember, Gus Fawait, yang meluncurkan paket tiket masuk wisata murah seharga Rp 12.500. Dengan harga tersebut, masyarakat sudah bisa menikmati keindahan dua destinasi sekaligus, yaitu Pantai Watulo dan Pantai Papuma.
“Setelah adanya launching tiket murah dari Bapak Bupati, masyarakat tambah membeludak. Kondisi di lapangan sangat padat namun tetap meriah. Kami bersama Muspika terus memantau agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.






