Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna mengevaluasi efektivitas program Peta Cinta. Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan (Adminduk) hingga ke level terbawah.
Dalam kunjungannya, Gus Fawait mengapresiasi antusiasme warga yang sangat tinggi terhadap kemudahan layanan ini. Gus Fawait menegaskan bahwa saat ini, Kabupaten Jember menjadi salah satu pelopor di wilayah ujung timur Pulau Jawa yang mampu menghadirkan alat pencetak KTP di setiap kantor kecamatan.
Gus Fawait menjelaskan bahwa perluasan layanan ini didasari oleh filosofi keadilan sosial. Menurutnya, seluruh warga Jember, baik yang tinggal di pusat kota maupun di pelosok desa, memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik yang cepat dan gratis karena semuanya sama-sama berkontribusi melalui pajak.
“Warga dari Sumberbaru, Sukowono, hingga Silo kini tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke kantor Dispendukcapil di kota. Cukup di kantor kecamatan masing-masing, KTP dan KK sudah bisa dicetak. Ini efisiensi biaya dan waktu bagi rakyat,” ujar Gus Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan penyelesaian pencetakan 68 ribu KTP milik warga yang sempat tertunda akibat keterbatasan blangko sejak periode 2019 hingga 2025. Saat ini, Pemkab telah menyiapkan 68.000 blangko untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Untuk mengantisipasi antrean panjang, Gus Fawait menginstruksikan skema penjadwalan per desa. Sebagai langkah awal, uji coba penjadwalan ini telah diterapkan di Kecamatan Bangsalsari.
Meski pelayanan semakin mudah, Bupati berpesan agar masyarakat menjaga dokumen kependudukan mereka dengan baik. “KTP-nya dijaga, jangan sampai hilang lagi. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan gratis, namun kerja sama masyarakat dalam menjaga dokumen juga sangat penting,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja birokrasi, Gus Fawait juga berencana memberikan penghargaan bagi camat dan kepala desa yang dinilai paling progresif dan membantu kesuksesan program layanan Adminduk ini.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Jember, Bambang Saputro, menerangkan bahwa dari total balnko sebanyak 68 ribu, sudah terpakai sebanyak 19.220 blanko. “Sisa blanko sebanyak 48.780 keping,” lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang warga Bangsalsari, Muhammad Riko, mengaku senang dengan pelayanan Adminduk di kecamatan. “Alhamdulillah, jadi saya Ndak perlu jauh-jauh ke kota,” tandasnya.(**)






