Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 7 Nov 2025 05:24 WIB ·

Merasa Dilecehkan Saat Liputan, Tiga Jurnalis di Jember Tempuh Jalur Hukum


Merasa Dilecehkan Saat Liputan, Tiga Jurnalis di Jember Tempuh Jalur Hukum Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Tiga wartawan di Kabupaten Jember melaporkan dugaan pelecehan profesi jurnalis ke Kepolisian Resor (Polres) Jember. Langkah hukum ini ditempuh setelah mereka merasa direndahkan saat menjalankan tugas peliputan di MTs Negeri 1 Jember.

Ketiga wartawan tersebut adalah Evelyne Christanty dari enewsindo.co.id, Ali Mahrus dari Kuasa Rakyat, dan Holiyadi dari Gema Samudra.com Melalui kuasa hukumnya, Ihya Ulumuddin, S.H., laporan resmi diserahkan ke Polres Jember pada Kamis (6/11/2025) dengan nomor laporan LPM/1209/XI/2025/SPKT/POLRES JEMBER.

Klik Gambar

Ihya menjelaskan, peristiwa itu bermula pada 27 Oktober 2025, saat ketiga jurnalis tersebut datang ke MTsN 1 Jember untuk melakukan klarifikasi atas isu dugaan kasus perundungan (bullying) di sekolah itu. Namun, niat baik mereka untuk memastikan pemberitaan yang berimbang justru disambut dengan perkataan yang dinilai melecehkan profesi.

Baca Juga :   PWI Kabupaten Lampung Barat Mengadakan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan di SMAN 1 Liwa

“Waktu teman-teman datang baik-baik untuk konfirmasi, malah dijawab oleh salah satu pihak sekolah dengan ucapan ‘Maaf, tidak ada amplopnya, ini hanya buku tamu.’ Kalimat itu jelas merendahkan profesi wartawan, seolah-olah wartawan datang untuk mencari imbalan,” ujar Ihya Ulumuddin.

Selain ucapan di lokasi, para pelapor juga menemukan adanya unggahan di media sosial yang diduga dibuat oleh salah satu guru sekolah, berisi komentar bernada menghina dengan menyebut istilah “wartawan bodrek”. Menurut Ihya, hal itu memperburuk situasi dan semakin mencederai kehormatan profesi jurnalis.

Baca Juga :   Perjuangan melawan mafia tanah memasuki sidang pembuktian dari Termohon

“Profesi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tidak boleh ada tindakan yang melecehkan atau menghambat kerja jurnalistik. Ini bukan hanya soal pribadi, tapi soal marwah profesi,” tegasnya.

Ia menambahkan, laporan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih menghormati tugas wartawan sebagai pilar keempat demokrasi. “Kami percaya kepolisian akan menangani perkara ini secara profesional dan objektif,” pungkasnya.

Baca Juga :   Acara Peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo 2024 Yang dikemas dalam Acara dengan Tajuk " SIMFONI DEMOKRASI ".

Saat ini, laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik Polres Jember. Para wartawan berharap kasus ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan lembaga pendidikan di Kabupaten Jember.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

PJ Kades Pancakarya Murka’i Apresiasi Respon Cepat Dinas Sosial Kabupaten Jember Bantu Korban Kebakaran.

2 April 2026 - 17:19 WIB

Investasi Meroket 70 Persen pada Tahun 2025, Jember Menoreh Prestasi Gemilang.

2 April 2026 - 14:17 WIB

Optimalisasi UHC Jadi Kunci Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting di Jember, Strategi Gus Fawaid.

1 April 2026 - 11:32 WIB

Momentum Pengabdian dan Tanggung Jawab Prajurit TNI AD, Letkol Inf Juni Fitriyan Berikan Selamat Kenaikan Pangkat Kepada Prajuritnya.

1 April 2026 - 11:23 WIB

LBH PETA Jember Terima Sejumlah Pengaduan Pasca Idul Fitri, Siap Kawal Keadilan Masyarakat

31 Maret 2026 - 21:21 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Pancakarya Kecamatan Ajung Melaksanakan RAT Tahun Anggaran 2025.

31 Maret 2026 - 21:15 WIB

Trending di Berita Nasional