Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 30 Agu 2025 23:27 WIB ·

Pelantikan DPD KNPI Pringsewu Sisakan “Bom Waktu”, Intervensi dan Ancaman Boikot Bayangi Soliditas


Pelantikan DPD KNPI Pringsewu Sisakan “Bom Waktu”, Intervensi dan Ancaman Boikot Bayangi Soliditas Perbesar

PRINGSEWU (GS)  – Alih-alih menjadi momentum konsolidasi pemuda, pelantikan pengurus DPD KNPI Kabupaten Pringsewu pada Sabtu (30/08/2025) justru meninggalkan residu konflik. Pergantian posisi sekretaris dari Darma Winanda (alumni PMII Pringsewu) kepada Taufik (orang lingkaran Graha Pamungkas) dinilai sebagai bentuk intervensi yang berpotensi menyulut “bom waktu” di tubuh KNPI.

Gejolak itu langsung memantik reaksi keras dari dua organisasi ekstra kampus PC PMII dan PC HMI Pringsewu, yang sejak awal menjadi bagian penting dalam kesepakatan komposisi kepengurusan hasil Musda KNPI. Bahkan, ancaman “boikot” dari kedua organisasi tersebut mulai tercium jika dinamika internal tidak segera dijembatani.

Baca Juga :   Tim Resmob Polsek Bukit Kemuning Meringkus Seorang Pelaku Curat

Sumber internal menyebutkan, penempatan Darma Winanda sebagai sekretaris bukan tanpa dasar. Ia disepakati bersama dalam forum musyawarah antar organisasi kepemudaan sebelum pelantikan.

Klik Gambar

Namun, secara mendadak, nama itu digeser dan digantikan oleh Taufik, yang disebut-sebut punya kedekatan dengan lingkaran Graha Pamungkas, sebuah basis kekuatan politik yang sering disebut-sebut bermain di balik layar.

“Pergantian sepihak ini jelas meninggalkan pertanyaan besar. Siapa sebenarnya yang sedang menyusupkan kepentingan lewat jalur KNPI Pringsewu,” tegas Syaiful, Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga :   Laporan Mandek 4 Tahun, PH Pelapor Kecam Oknum Penyidik Polresta Bandar Lampung: "Sikap Tersebut Indikasi Kuat Obstruction of Justice!"

Menurut Syaiful, persoalan ini bukan sekadar rebutan kursi. Lebih jauh, ada potensi keretakan soliditas organisasi yang bisa merusak wajah KNPI sebagai wadah independen pemuda.

“KNPI harusnya berdiri di atas semua kepentingan kelompok. Jika malah terjebak dalam pragmatisme politik, ini berbahaya. KNPI bisa kehilangan marwah dan hanya jadi alat legitimasi kepentingan tertentu,” lanjutnya.

Ia juga memperingatkan, jika “bom waktu” ini tidak segera diurai, bukan mustahil KNPI Pringsewu akan menghadapi gelombang aksi keluar barisan dari organisasi-organisasi pemuda yang kecewa.

Baca Juga :   Babinsa Mengenal Warga Binaannya Dengan Cara Komunikasi Sosial Atau Silaturahmi

Kisruh pascapelantikan ini menjadi alarm keras bagi kepengurusan KNPI Pringsewu yang baru saja dilantik. Alih-alih memulai perjalanan dengan soliditas, mereka justru dihadapkan pada potensi perpecahan sejak hari pertama.

Jika konflik internal ini dibiarkan, KNPI tidak hanya kehilangan posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah, tapi juga terancam berubah menjadi arena perebutan kepentingan sempit.

“Harus segera clear and clean. Kalau tidak, KNPI Pringsewu hanya akan jadi sejarah buruk tentang bagaimana organisasi pemuda gagal menjaga independensinya,” tandas Syaiful.(*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 127 kali

Baca Lainnya

Segitukah Perduli Wali Kota Bandar Lampung Terhadap Warga Yang Terdampak Bencana Banjir Saat Ini

7 Maret 2026 - 01:48 WIB

ORADO Tulang Bawang Gelar Rekrutmen Menuju Kejuaraan Nasional

2 Maret 2026 - 23:04 WIB

IWO Bentuk Tim Sosial Kontrol Soal Menu MBG di Keluhkan Warga Tubaba

28 Februari 2026 - 13:58 WIB

Bungkamnya Sang Bupati: Teka-teki “Klangenan Art Studio” dan Nasib Fotografer Lokal Pringsewu

28 Februari 2026 - 09:49 WIB

Ratusan Juta untuk Media, Tapi Siapa yang Nikmati? Diskominfo Pringsewu Bungkam

27 Februari 2026 - 21:57 WIB

Bukan ‘Studi Tiru’ Tapi ‘Studi Tipu’: Sekretaris DPMP Pringsewu Dituntut 3 Tahun Penjara Atas Korupsi Bimtek

27 Februari 2026 - 08:46 WIB

Trending di Berita Indonesia