Menu ✖

Mode Gelap

Berita Nasional · 1 Agu 2025 07:28 WIB ·

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: 850 Ribu Hektare APL di Kalsel Belum Memiliki Kepastian Hukum ini Akan memicu Konflik


Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: 850 Ribu Hektare APL di Kalsel Belum Memiliki Kepastian Hukum ini Akan memicu Konflik Perbesar

Gemasamudra.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid mengingatkan, potensi konflik kepemilikan atas tanah adat atau ulayat jika proses pendaftaran tanah belum dilakukan secara menyeluruh.

Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Auditorium Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (31/7/2025).

Dikutip dariTribunnews.com.Nusron mengungkapkan, dari total sekitar 2,05 juta hektare Area Penggunaan Lain (APL) di Kalsel, baru 1,2 juta hektare yang terdaftar dan terpetakan.

Klik Gambar

Artinya, masih ada sekitar 850 ribu hektare atau 42 persen yang belum memiliki kepastian hukum.

Baca Juga :   Wamendagri Bima Arya Dorong Transparansi Pengelolaan Dana Desa dan Program Pusat

“Di antara luasan itu, sangat mungkin terdapat tanah ulayat milik masyarakat adat. Kalau tidak segera didaftarkan, suatu hari bisa saja ada individu atau korporasi yang mengklaim lahan tersebut, bahkan dengan bantuan oknum aparat desa atau pejabat,” tegas Nusron.

Ia mencontohkan kasus-kasus serupa yang pernah terjadi di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, yang berujung konflik antara masyarakat adat dan pihak pengklaim.

Menurutnya, pendaftaran tanah ulayat bukan sekadar formalitas, tapi bentuk perlindungan hukum atas hak komunal masyarakat adat.

Kalau sudah didaftarkan atas nama masyarakat adat, maka untuk pengalihan harus dengan persetujuan seluruh anggota komunitas adat. Ini bentuk mitigasi agar tanah adat tidak mudah dicaplok,” jelasnya.

Baca Juga :   Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menyerahkan 11 Sertifikat Tanah Wakaf Kepada PCNU Kalimantan Selatan

Kementerian ATR/BPN, lanjutnya, telah mengidentifikasi beberapa titik tanah ulayat di Kalsel. Pihaknya mendorong agar proses administrasi segera dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah dan tokoh adat.

Senada dengan itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda juga menekankan pentingnya pendataan objektif terhadap tanah ulayat dan keberadaan masyarakat hukum adat.

Menurutnya, isu ini sangat relevan, terutama di daerah dengan potensi sumber daya alam yang tinggi seperti Kalsel.

Baca Juga :   Waspadai Akun Palsu!!! Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Cermat Pilah Informasi di Media Sosial

“Ini persoalan klasik, tapi harus relevan. Harus ada kejelasan, mana tanah ulayat dan mana yang bukan. Kalau tidak, konflik bisa meledak sewaktu-waktu,” ujarnya

MRK mengapresiasi kerja Kementerian ATR/BPN yang telah memetakan empat titik tanah ulayat di Kalsel, yaitu di Kabupaten Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Utara.

“kita butuh kepastian hukum agar masyarakat adat tidak tergilas oleh arus investasi dan pembangunan yang semakin kencang,” tambahnya.

Sementara itu, Pemprov Kalsel menyatakan komitmen untuk mendukung pelaksanaan Permen ATR/BPN tersebut.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

SPPG Tugusari 2 Bagikan 250 Nasi Kuning dari Hasil Penjualan Limbah Dapur

25 September 2026 - 19:15 WIB

Bahas Pendataan dan Sinkronisasi e-RDKK 2027 Gapoktan Panca Jaya Gelar Rakor 

18 September 2026 - 17:04 WIB

Warga Klanceng Hentikan Pembangunan Bronjong di Bantaran Kali Bedadung UIN KHAS Jember, Berujung Kesepakatan

17 September 2026 - 19:31 WIB

PPL Sri Wahyuni dan Kopka Alip Babinsa Pancakarya Dampingi Proyek Oplah

15 September 2026 - 16:30 WIB

Peduli Petani, Catur Teguh Wiyono Kirim Aduan ke Menteri Pertanian, Desak Amran Turun Tangan Terkait Dugaan Polemik Bantuan Traktor di Jember

13 September 2026 - 21:05 WIB

Isu Medsos Agus Jagal Kabur Hoax, Dapat Kompensasi dari RSD Balung 

11 September 2026 - 20:57 WIB

Trending di Berita Nasional