Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 9 Sep 2020 15:02 WIB ·

Terkuak, Satu Persatu KPM Ungkap Kecurangan Ketua Kube Jogja Jaya


Terkuak, Satu Persatu KPM Ungkap Kecurangan Ketua Kube Jogja Jaya Perbesar

Gemasamudra.com

PRINGSEWU – (GS) – Keberanian RN mengungkapkan kepada media terkait kejanggalan dalam penyaluran dan pengelolaan bantuan dalam program PKH dan BNPT di Pekon Yogyakarta Induk, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, menjadi bahan perbincangan hangat warga setempat, dan keberanian RN mulai diikuti oleh rekan-rekannya sesama KPM.

Beberapa KPM pun meminta kru Media Global Grup untuk bertemu guna menyampaikan beberapa persoalan yang terjadi di Kube tersebut. Dari kesah beberapa kPM tersebut patut diduga bahwa selain menguasai KKS milik KPM secara ilegal, Ketua Kube juga diduga melakukan penggelapan bantuan warga miskin. Selasa (8/9/20).

Dalam pertemuan yang di inisiasi oleh salah satu warga Pekon Jogja tersebut kepada tim media ini, 3 anggota KPM yaitu X, Y dan H mengutarakan bahwa sebenarnya persoalan yang terjadi pada Kube Jogja Jaya bukan hanya sebatas KKS milik KPM yang dikuasai secara ilegal oleh Ketua Kube tersebut, akan tetapi masih banyak kejanggalan lain yang dirasakan oleh anggota KPM yang ada di sekitar.

Klik Gambar

Seperti yang disampaikan ibu X, mengatakan bahwa Wanti sebagai Ketua Kube Jogja Jaya yang juga pengelola E-warung seringkali meminta ATM (KKS) miliknya dengan alasan untuk memeriksa saldo.

Baca Juga :   Diduga Tilep Siltap Perangkat Pekon, Jika Terbukti Camat Limau Akan Laporkan Pekon Pariaman ke Dinas PMD

“Seperti saat pencairan beberapa bulan lalu yang nilainya 110 ribu, ATM (KkS) saya diminta olehnya (Wanti) beberapa hari kemudian saya dengar dari sesama KPM kalau dana nya sudah di transfer, saat saya datang ke e-warung minta kartu ATM untuk belanja, dia (Wanti) bilang kalau saldo saya sudah hangus sehingga saya tidak bisa belanja, kemudian yang terakhir kemarin saya dapat informasi lagi dari Kube lain kalau kami dapat bantuan 500 ribu, tapi dia (Wanti) beralasan bahwa kartunya sudah diblokir oleh pusat sehingga tidak ada saldonya atau hilang, kartunya baru kemarin dikembalikan ke saya, mungkin karena masuk berita, ” papar X.

Baca Juga :   Mulai Besok, Sekolah di Pringsewu Kembali Terapkan PTM Terbatas

Hal serupa dialami oleh Y, kartu KKS milikya juga dikuasai oleh Wanti dengan alasan yang sama, Y pun menambahkan bahwa E-warung yang dikelola oleh Wanti tidak pernah memberikan slip atau stroke bukti transaksi saat belanja di kube tersebut.

“Tidak dikasih mas prin-prinannya (stroke belanja) kalau toh di kasih besarnya cuman segini,” terang Y sambil menujukan ujung ruas jarinya.

Baca Juga :   Ribuan Masa Pendukung Kawal DEWI - AMMAR (DAMAR) Mendaptar Ke KPU Tanggamus

Selain itu lanjut Y, Wanti juga melarang anggota KPM memeriksa saldo di tempat lain,

“Jadi kalau kami ketahuan memeriksa saldo ditempat lain, pasti dia marah dan bukan kami saja yang mengeluh atas persoalan ini masih banyak anggota yang lain yang mengalami karena kami takut mas tapi tidak tahu harus mengadu ke mana,” ucap Y pelan.

Penulis : (Team MGG)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Program Desa Migran Emas, Pemkab Lamtim Berkomitmen Dukung Penuh Perlindungan Anak PMI

21 Mei 2026 - 00:47 WIB

WALHI Lampung : Dugaan Pelanggaran Lingkungan di Tambahrejo Tak Bisa Dibiarkan

2 Mei 2026 - 21:02 WIB

Rapat Kordinasi, SMSI Tingkatkan Profesionalisme Perusahaan Media

1 Mei 2026 - 17:21 WIB

Menuju Generasi Emas 2045, Babinsa Kodim 0429/Lamtim All Out Dampingi Distribusi MBG

30 April 2026 - 15:07 WIB

Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai, Warga Lampung Timur Kini Bisa Bayar Pajak Lebih Mudah

30 April 2026 - 14:46 WIB

Saluran Irigasi Terkubur Lumpur, Aktivitas Tambang di Tambahrejo Disorot

30 April 2026 - 14:41 WIB

Trending di Berita Terkini