Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 13 Jun 2025 11:27 WIB ·

Skandal VCS Diduga Libatkan Oknum Guru dan PNS di Pringsewu, Inspektorat Bergerak, Disdik Siap Beri Sanksi


Skandal VCS Diduga Libatkan Oknum Guru dan PNS di Pringsewu, Inspektorat Bergerak, Disdik Siap Beri Sanksi Perbesar

Pringsewu — Dugaan skandal asusila yang menyeret dua aparatur sipil negara di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menjadi perhatian publik. Sebuah video call seks (VCS) berdurasi 19 menit 30 detik diduga melibatkan EM, seorang oknum guru sekolah dasar di Kecamatan Pardasuka, dengan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial PD, yang bertugas di kecamatan yang sama.

Menanggapi hal tersebut, Inspektorat Kabupaten Pringsewu menyatakan akan segera melakukan penelusuran terhadap informasi yang telah beredar luas tersebut.

“Akan kami telusuri dan klarifikasi,” tegas Wiwit Sutriyono, Irban Investigasi Inspektorat Pringsewu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/6/2025).

Klik Gambar

“Mohon info, PD itu siapa?” tambahnya, merujuk pada identitas oknum PNS yang diduga terlibat, “tanya dia.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu juga menyatakan akan mengambil tindakan sesuai regulasi apabila terbukti terjadi pelanggaran etik maupun disiplin.

“Nanti akan saya telusuri kebenarannya. Kita lihat terlebih dahulu jenis pelanggarannya,” ujar Tomi Yazid, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Pringsewu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Baca Juga :   Ulat Belatung Jadi Menu Utama Dalam Acara Mepud Lesung

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa EM, yang berstatus sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), telah diusir dari rumah suaminya yang berinisial AN pasca mencuatnya video vulgar tersebut. Namun demikian, ketika dimintai konfirmasi, EM dengan tegas membantah tudingan tersebut.

“Fitnah,” tulis EM singkat dalam balasan pesan WhatsApp kepada awak media.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pardasuka, Subur Setio Widodo, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap PD, oknum PNS yang turut disebut dalam skandal ini.

“Untuk hal itu, saya belum bisa mengeluarkan pernyataan. Saya baru mulai ngantor dan belum bertemu dengan yang bersangkutan,” ungkap Subur saat dikonfirmasi via sambungan telepon.

Peristiwa ini kembali menggugah kesadaran publik terhadap pentingnya integritas dan etika aparatur sipil negara, khususnya dalam menjalankan peran sebagai teladan di lingkungan masyarakat. Dugaan keterlibatan oknum guru dan PNS dalam tindakan tidak senonoh di ranah digital bukan hanya mencoreng nama institusi, tetapi juga berdampak pada kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan dan pemerintahan.

Baca Juga :   STOP PERS

Pengamat etika publik menilai bahwa apabila terbukti, tindakan tegas berupa sanksi administratif hingga pemecatan dapat dijatuhkan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan peraturan sejenis bagi tenaga PPPK.

Inspektorat dan Dinas Pendidikan Pringsewu diharapkan dapat bekerja secara objektif dan profesional dalam menangani kasus ini, guna memastikan keadilan serta menjaga marwah institusi pemerintahan.

Adapun dalam pemberitaan sebelumnya, warga Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, digegerkan dengan beredarnya video call seks berdurasi 19 menit 30 detik yang diduga melibatkan EM dan pria berinisial PD, yang disebut-sebut menjabat sebagai kepala bidang di wilayah setempat. Video tersebut awalnya tersebar melalui akun Instagram @always1956, yang kini telah hilang atau dihapus. Dalam rekaman yang sempat viral, terlihat seorang perempuan tengah mandi sembari mempertontonkan bagian tubuh vital kepada lawan bicara dalam panggilan video.

Baca Juga :   NOMOR PENGADUAN “LAPOR MAS WAPRES” BANYAK DIISENGIN MASYARAKAT

Warga menduga perempuan tersebut adalah EM, guru di salah satu SD negeri di Pardasuka, dan lawan bicaranya ialah PD dari salah satu instansi pemerintahan. EM membantah tudingan tersebut dan mengklaim video itu merupakan komunikasi pribadi dengan suaminya yang bekerja sebagai TKI di Korea Selatan.

“Itu video pribadi saya dengan suami. Handphone saya sempat hilang dan ternyata ada yang menyebarkan tanpa izin,” terang EM, Selasa (10/6/2025).

PD belum memberikan klarifikasi resmi hingga saat ini, dan upaya konfirmasi ke institusi tempat ia bekerja juga belum membuahkan hasil. Sementara pihak sekolah EM juga belum memberikan pernyataan. Masyarakat meminta agar penyelidikan dilakukan secara adil dan transparan demi menjaga integritas dunia pendidikan.

“Kalau terbukti, harus ada sanksi tegas. Kalau tidak, nama baik mereka harus dipulihkan,” ujar salah satu warga Pardasuka. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 243 kali

Baca Lainnya

KSM Pringsewu Timur Berdalih Tak Tahu Anggaran, Proyek Sanitasi Rp226 Juta Menuai Sorotan

7 Februari 2026 - 08:14 WIB

LPKAN RI Soroti Dana BOS SDN 1 Tegineneng, Dinilai Janggal dan Minim Transparansi

6 Februari 2026 - 21:18 WIB

Dana BOS 2025 Dipertanyakan, Kondisi SDN 1 Tegineneng Limau Memprihatinkan

6 Februari 2026 - 19:27 WIB

Misteri ‘Jamban Hantu’ di Pringsewu: Anggaran Rp1,7 Miliar, Tapi Dibangun di Lahan Kosong?

5 Februari 2026 - 22:34 WIB

Bupati Lampung Timur: Terimakasih Bapak Presiden Dan Bapak Menteri PUPR Respon Cepat Pembangunan Jembatan Kalipasir

5 Februari 2026 - 18:55 WIB

Sanimas di Lahan Kosong: Lurah ‘Buang Badan’, Kabid CK ‘Keterangan Ngawur’

3 Februari 2026 - 02:49 WIB

Trending di Berita Terkini