Pringsewu – (GS) – Puskesmas Pringsewu menutup pelayanan kesehatan dari 11-13 November 2020.

Berdasarkan surat edaran yang di tandatangani Kadinkes Pringsewu Ulinnoha tertanggal 10 November 2020 berisikan, bagi masyarakat Pringsewu yang memerlukan pelayanan kesehatan rawat jalan, selama penutupan akan dialihkan ke Puskesmas Rejosari.

Penutupan Puskesmas Pringsewu diketahui karena seorang tenaga kesehatan yang bertugas di sana terpapar Covid-19, Demikian dikatakan oleh dr. Nofly Jubir Gustas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu, Rabu (11/11/2020).

“P42 (34) berjenis kelamin perempuan, merupakan pasien tracing kontak erat dengan keluarga P36. Serta memiliki riwayat perjalanan ke Bandar Lampung yaitu ke mall dan tempat wisata,” ungkapnya.

Baca Juga :   Hut Provinsi Ke-57, DPRD Lamsel Gelar Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Gubernur

Berdasarkan kronologi, P42 pada 2 November merasakan keluhan yang mengarah ke Covid-19, yaitu demam, badan sakit, lemah, mual dan mulut terasa pahit.

“Kemudian di tanggal 7 November merasa anosmia dan segera melapor ke petugas surveilens puskesmas. Setelah dilakukan swab tes pada 9 November dengan hasil positif Covid-19, P42 menjalani isolasi mandiri di rumah,” tambahnya.

Selain menimpa tenaga kesehatan, satu kasus terkonfimasi Covid-19 yaitu seorang pedangan di Pasar Terminal Pringsewu. P41 (34) berjenis kelamin laki-laki juga berasal dari Kecamatan Pringsewu.

“Pada 6 November, P41 sempat ke Bandar Lampung untuk belanja barang dagangan.
Keesokan harinya, ia ke Puskesmas Pringsewu karena mengeluh demam, sakit tenggorokan, batuk, flu dan mual,” bebernya.

Baca Juga :   Proaktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dalam Menghadiri Deklarasi Kampung Bebas Miras

Kemudian di tanggal 9 November, P41 kembali ke Puskesmas Pringsewu karena tak merasa ada perbaikan. Dan sempat dirawat di puskes serta di rapid tes dengan hasil reaktif.

“Setelah dilakukan swab tes, hasilnya positif Covid-19 dan saat ini P41 karantina mandiri di rumahnya,” tambahnya.

Terakhir, setelah istrinya positif Covid-19, seorang kepala pekon asal Kecamatan Sukoharjo juga tersuspect.

P43 (51) merupakan tracing kontrak erat dengan pasien P31 dan P38 yang merupakan anggota keluarganya.

“Tanggal 5 November, P43 merasakan keluhan lemas, nyeri otot dan sempat di rawat di salah satu klinik di Kecamatan Sukoharjo,” kata Nofly

Baca Juga :   30 Anggota DPRD TUBABA Yang Terpilih Resmi Dilantik

Selain itu P43 juga merasakan demam, gangguan indera pengecap dan di rawat ke rumah singgah karena ruangan di RSUD Pringsewu penuh pada 8 November.

“Setelah dilakukan pengambilan swab tes, pada 9 November, P43 terkonfimasi positif Covid-19. Dan di rawat di rumah singgah Covid-19,” pungkasnya.

Diketahui, selama tiga hari berturut-turut, Jubir Gustas Covid-19 mengumumkan 13 kasus warga yang positif Covid-19.
Dengan jumlah total kasus konfirmasi 43 orang, dengan rincian 20 orang masih isolasi dan 23 orang sudah selesai isolasi.

Penulis : Redaktur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here