Menu

Mode Gelap

Lampung · 25 Sep 2019 19:10 WIB ·

Sekretariat FW-MTB Melaporkan 7 Tiyuh/Desa ke Kejati Lampung Terkait Indikasi KKN


Sekretariat FW-MTB Melaporkan 7 Tiyuh/Desa ke Kejati Lampung Terkait Indikasi KKN Perbesar

Tulang Bawang Barat(GS) – Terdapat 7 (Tujuh) tiyuh/desa di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terkait indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada pengelolaan Dana Desa. Laporan tersebut disampaikan oleh penggiat sosial kontrol dari Forum Wartawan Media Harian Tubaba Bersatu (FW-MTB) ke Aparat Penegak Hukum (APH) pada Jum’at (20/9/2019) pekan lalu.

Wardi Saputra Sekretaris FW-MTB mendampingi Ketua Ari Irawan mengatakan, laporan tersebut merupakan tindak lanjut hasil dari informasi masyarakat.” Yang jelas, masyarakat sudah mengeluh atas pengelolaan ataupun realisasi dana desa di tiyuh mereka yang setelah kami pelajari tentunya jauh menyimpang dari aturan-aturan yang berlaku,”katanya di Sekretariat FW-MTB,, Rabu (24/9/2019).

Bahkan, lanjut dia, masyarakat dan sebagian Aparatur Tiyuh mengeluarkan surat pernyataan yang isinya terkait penyimpangan dana desa.” Jadi, masyarakat dan Aparatur Tiyuh itu awalnya kebingungan mau laporan secara terang-terangan kemana sementara mereka khawatir diintimidasi. Sehingga mereka menyampaikan surat pernyataan itu kepada kami (FW-MTB), sebelumnya juga sudah disampaikan ke Camat namun tidak ada tindak lanjut,”terangnya.

Klik Gambar

“Atas dasar itu kami melakukan pengecekan lapangan, termasuk sempat berupaya untuk konfirmasi kepada Kepalou Tiyuh, koordinasi dengan stackholder terkait termasuk APH di kabupaten namun tidak digubris sementara ini jelas sudah bisa diproses secara hukum. Sehingga, laporan kami sampaikan kepada Kejati Lampung dengan harapan Kejati tidak main-main mengusut persoalan dana desa di Tubaba ini,”imbuh Wardi.

Baca Juga :   Ramah Inklusi, Umpri Siap Terima Mahasiswa Disabilitas di Tahun 2025

Dijelaskan Irawan, modus KKN pada pengelolaan dana desa di 7 Tiyuh itu beragam. Yakni, mulai dari pengelolaan secara sistematis oleh keluarga besar Kepalou Tiyuh dan menutup-nutupi akses publik, sampai anggarannya terealisasi namun kegiatannya tidak ada (fiktif).” Nah, ini yang kami rangkum menjadi satu berkas laporan. Karena, perlu kami sampaikan bahwa secara administrasi Klir, tapi APH dapat mengerahkan Bidang Intelejennya untuk kroscek secara fair agar ketemu dimana unsur KKNnya,”cetus dia.

Baca Juga :   LBH Pers Lampung Angkat Bicara Terkait Gugatan Yang Diajukan Oleh AH Yang Berpropesi Sebagai Advokat Terhadap Jurnalist

“Persoalan yang sudah terlihat jelas yaitu kegiatan fisik seperti pengerasan jalan, gorong-gorong, sumur bor dan fisik lainnya, pada Peraturan Bupati tentang Harga Satuan kan jelas, namun indikasinya mayoritas anggarannya di Mark Up, bahkan yang paling banyak terjadi anggaran yang tumpang tindih yaitu pembelian alat tulis kantor,”beber Irawan.

Irawan memaparkan bahwa yang terjadi di 7 tiyuh yakni Tiyuh Penumangan dan Tirta Kencana Kecamatan Tulangbawang Tengah, Gunung Menanti dan Sumber Rejo Kecamatan Tumijajar, Kecamatan Batu Putih yakni Tiyuh Toto Wonodadi dan Margodadi, serta Tiyuh Kibang Budijaya Kecamatan Lambu Kibang yang dilaporkan ke Kejati Lampung itu menggunakan modus-modus yang beragam yang faktanya oknum pengelola dana desa tersebut memperkaya diri sendiri.

Baca Juga :   Coffe  Morning Polres Lampung Timur Bersama Insan Pers

“Kami berharap agar Kejati Lampung memproses secara hukum ke-7 tiyuh itu dengan harapan ada dampak positif bagi pengelolaan dana desa khususnya di Kabupaten Tubaba. Saya tegaskan bahwa kami melaporkan dana desa ini murni dengan niat pencegahan Tindak KKN pada dana desa, sehingga masyarakat dapat menikmati implementasi dana desa dengan utuh,”tukas Irawan.

Sementara, saat laporan indikasi KKN masuk ke Kejati Lampung, Ketua FW-MTB Ari Irawan didampingi Anggotanya diterima oleh Pegawai Kejati di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Lampung dan berkas laporan langsung di register dalam Penyampaian informasi pada Pos Pelayanan Hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat (PPH dan PPM).” Kita terus koordinasi perkembangannya,”pungkasnya.

Penulis: Pauwari

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Fatayat NU Pringsewu Audiensi ke Kejari, Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

6 Januari 2026 - 12:53 WIB

Tren Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak di Lampung Masih Tinggi, Ini Pesan Khalila

4 Januari 2026 - 19:13 WIB

Rilis Akhir Tahun 2025, Polres Tanggamus Paparkan Capaian Kinerja dan Tantangan Penegakan Hukum

31 Desember 2025 - 21:39 WIB

Gelar Rilis Akhir Tahun 2025 Dipimpin Langsung Oleh kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.IK

31 Desember 2025 - 15:29 WIB

Dana Desa 2025 Rp526 Juta, Tiyuh Bandar Dewa Perkuat Layanan Sosial, Pendidikan, Dan Kesehatan Warga

31 Desember 2025 - 14:56 WIB

Rehabilitasi Balai Tiyuh Karta Sari Dengan Dana Desa 2025 Perkuat Fasilitas Publik

27 Desember 2025 - 12:26 WIB

Trending di Berita Terkini