Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 4 Agu 2026 12:19 WIB ·

PMI Kabupaten Jember Terus Mengejar Sertifikasi CPOB dan PUF, Studi Banding Kota Surabaya 


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan kunjungan studi banding ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya pada Selasa (4/8). Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan target sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Plasma untuk Fraksionasi (PUF) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun ini.

Studi banding dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah yang kemudian disambut oleh Ketua PMI Kota Surabaya, Lilik Arijanto, beserta jajaran tim teknis UDD setempat. Ketua PMI Kota Surabaya, Lilik Arijanto menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya PMI Jember. UDD PMI Surabaya sendiri merupakan salah satu fasilitas pelayanan darah terbaik di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi CPOB sejak tahun 2017.

Klik Gambar

“Kami selalu terbuka untuk saling berbagi informasi dan belajar bersama demi kebaikan pelayanan kemanusiaan. Semoga PMI Kabupaten Jember bisa segera meraih sertifikasi CPOB,” ujar Lilik saat menyambut rombongan. Saat ini, UDD PMI Surabaya beroperasi di gedung tiga lantai seluas 1.600 meter persegi dan sedang merencanakan ekspansi gedung baru setinggi lima lantai di Jalan Sumatera.

Baca Juga :   Kapolres Jember Lakukan Kunjungan Kerja ke Polsek Ajung, Tekankan Profesionalitas dan Respons Cepat Layanan Publik

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa pemenuhan standar CPOB dan PUF merupakan kewajiban regulasi yang mengacu pada Permenkes No. 91 Tahun 2015 dan aturan BPOM. Jember kini tengah berkejaran dengan waktu bersama beberapa daerah lain seperti Bojonegoro dan Tulungagung untuk menuntaskan standardisasi tersebut.

“Sertifikasi CPOB ini bukan hal yang sederhana bagi kami yang masih dalam tahap belajar. Namun, meski dengan sumber daya yang terbatas, Alhamdulillah kami berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” kata Zainollah, S.Pd, Ketua PMI Jember yang didampingi dr Agus Burhansyah, Kepala Unit Donor Darah.

Baca Juga :   Pemdes Pancakarya Dukung Penuh Program CKG dan BIAS, Wujudkan Generasi Sehat Sejak Dini

Pada pemaparan teknis, perwakilan UDD PMI Kota Surabaya, dr. Martono Adi menjelaskan sejumlah poin krusial yang wajib dipenuhi PMI Jember sebelum masuk pada tahapan CPOB. Beberapa poin utama diantaranya validitas dokumen, Standar Prosedur Operasional (SPO) yang harus selaras dengan praktik nyata di lapangan. Review dokumen juga wajib ditinjau ulang setiap 2 tahun serta kalibrasi alat laboratorium setiap 6 bulan sekali.

Baca Juga :   PMI Jember dan Palang Merah Jepang Pasang Jalur Evakuasi, Kesiapsiagaan Tsunami 

Berikutnya ketertelusuran sistem IT dimana Sistem Informasi Manajemen (SIM) UDD harus mumpuni agar seluruh riwayat kantong darah dapat bisa terlacak akurat. Kemudian standardisasi alur donor dan alur permintaan darah harus tertata jelas tanpa celah kesalahan. Sebagai bentuk dukungan konkret, PMI Kota Surabaya menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan tim teknis ke Jember guna mengawasi dan mendampingi persiapan di lapangan secara langsung. (*)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Kapolres Jember AKBP Alaiddin Do’a Bersama Anak Yatim Untuk Jember yang Kondusif 

4 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Relawan PMI Jember Memberikan edukasi warga terdampak kekeringan

3 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Gigih Priyambodo Wariskan Segudang Dedikasi Kemanusiaan, Purna Tugas dari PMI Jember

3 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Suasana Penuh Khidmat Selimuti Mapolres Jember, AKBP Alaiddin Resmi Gantikan AKBP Bobby A. Condroputra

2 Agustus 2026 - 17:04 WIB

PMI Andil saat Hari Koperasi, Peserta JJS Dekopin Sumbang 49 Kantong Darah

2 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Danbrigif 9/DY/2 Kostrad ikuti Giat Tradisi Penerimaan Warga Baru

2 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Trending di Berita Nasional