Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 11 Okt 2025 11:32 WIB ·

Pencairan Insentif Guru Ngaji di Kelurahan Kebonagung, Kaliwates Mendapat Apresiasi Tokoh Masyarakat


oplus_2 Perbesar

oplus_2

Korwil Jatim  Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Kegiatan pencairan insentif guru ngaji di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat setempat.

Pendistribusian insentif ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Kebonagung pada Sabtu (11/10/2025). Dari total 47 penerima, sebanyak 35 guru ngaji telah terealisasi, sementara 1 orang masih menunaikan ibadah umrah, dan 12 lainnya akan menyusul pada tahap kedua.

Klik Gambar

Pendamping Guru ngaji Kelurahan Kebonagung, Khoiril Bariyyah, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Jember,Gus Fawaid, yang telah mempermudah proses pencairan insentif bagi para guru ngaji.

Baca Juga :   Koalisi Semakin Solid, Optimisme Masa Depan Indonesia Melalui Pertemuan Jokowi dan Prabowo

“Kalau dulu harus ke bank, antri panjang, bahkan kadang dua kali datang baru bisa cair. Sekarang pencairan dilakukan langsung di kantor kelurahan masing-masing, cepat dan tidak ribet,” ujar Khoiril Bariyyah.

“Kami berterima kasih kepada Gus Fawaid atas kemudahan ini. Semoga tahun depan prosesnya tetap seperti sekarang,” tambahnya.

Salah satu guru ngaji asal Kelurahan Kebonagung Ustadz Abdul Hadi Kepala TPQ Nurul Iman mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

Baca Juga :   REI Jember Klarifikasi Isu BPHTB dan PBG MBR, Tegaskan Pemkab Sudah Berlakukan Pembebasan Sejak 2025

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat. Saat ini kami membina sekitar 240 santri. Terima kasih kepada Bupati Jember yang telah memberikan perhatian dan kemudahan bagi kami. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin meningkat ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Kebonagung, Zaenal Syafi’i, saat dikonfirmasi mengenai jumlah penerima dan mekanisme pencairan, memilih tidak berkomentar.

“No comment, saya tidak tahu berapa orang yang cair, siapa saja penerimanya, karena saya bukan panitia,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan warga, mengingat lurah adalah pejabat yang seharusnya mengetahui kondisi warganya.

Baca Juga :   Polres Metro Lampung Ubah Lintasan Ujian Praktik Sim Jadi Berbentuk S, Tanpa Zig-Zag Dan Angka 8

Di tempat yang sama, Kasi PMKS Kecamatan Kaliwates Taufik juga memberikan tanggapan serupa.

“Saya baru satu bulan menjabat Kasi PMKS, jadi belum terlalu paham mengenai prosesnya,” katanya.

Hal ini menimbulkan sorotan publik mengenai kinerja dan koordinasi antarperangkat pemerintahan dalam pelaksanaan program kesejahteraan masyarakat, terutama bagi para guru ngaji yang merupakan bagian penting dalam pembinaan keagamaan di masyarakat.(**)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Oknum Kades di Jember Diduga Menggadaikan Mobil Rental Daihatsu

18 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Harapan Dandim 0824/Jember Generasi Muda Harus Isi Kemerdekaan dengan Hal Positif

17 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Imam Rosyidi, Penggagas Kampung Donor Kidul Besuk Raih Penghargaan Relawan Kemanusiaan Saat HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Wakil Wali Kota Metro Pimpin Tabur Bunga, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian

17 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkot Metro Pererat Silaturahmi dengan Veteran, Teguhkan Semangat Mengisi Kemerdekaan

17 Agustus 2026 - 14:05 WIB

LSN dan Srikandi Kecamatan Ajung Ikuti Moment Sakral Peringati HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Trending di Berita Nasional