Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 2 Mei 2026 18:46 WIB ·

Peringatan Hardiknas 2026 Pemkab Jember : dikemas dalam bentuk sarasehan


oplus_1056 Perbesar

oplus_1056

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Bupati Jember, Gus Fawait, melakukan terobosan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih menggelar upacara seremonial di alun-alun, Pemerintah Kabupaten Jember memilih untuk mengadakan talkshow edukatif dan sarasehan guna menggali solusi nyata bagi dunia pendidikan.

Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (2/5/2026), Gus Fawait menegaskan bahwa keputusan ini diambil agar esensi Hardiknas lebih terasa dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Jember.

Klik Gambar

Salah satu poin krusial yang disampaikan bupati dalam agenda tersebut adalah jaminan kesejahteraan bagi para guru. Gus Fawait memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak akan mengurangi tunjangan guru.

Baca Juga :   Dalam Rangka Memperingati  Hari Pers Nasional 2026, Gus Fawait Ajak Pers Kawal Kedaulatan Ekonomi

“Kabupaten Jember menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang tetap mempertahankan besaran TPP dan tukin tanpa pengurangan sedikit pun,” ujar Gus Fawait.

Selain itu, Gus Fawait juga menyoroti kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jember berkomitmen untuk mengangkat seluruh usulan PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, demi memberikan kepastian status bagi tenaga pendidik.

Bupati Jember yang juga merupakan lulusan Madrasah ini menekankan bahwa kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Jember adalah melalui jalur pendidikan. Menurut dia, pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Baca Juga :   Peluncuran Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo, Gus Fawaid Ikuti Zoom Bersama Ketua Kopdes Merah Putih sekabupaten Jember

Beberapa langkah strategis yang ditekankan. Pertama, guru diharapkan menjadi teladan (uswatun hasanah) tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di lingkungan sosial masyarakat.

Kedua, Gus Fawait mendorong sekolah untuk aktif melibatkan orang tua dalam proses pendidikan agar tercipta keselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan di rumah.

Ketiga, sebagai bagian dari upaya kolektif, Bupati Jember menginstruksikan para ASN, termasuk guru, untuk terlibat dalam Verifikasi dan Validasi (Verval) data kemiskinan di lapangan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

Baca Juga :   Sinergi Polres dan PSHT Jember Perkuat Kamtibmas Lewat Silaturahmi Syawal

Melalui peringatan Hardiknas 2026 yang dikemas dalam bentuk sarasehan ini, Gus Fawait berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi. Dia percaya bahwa dengan guru yang sejahtera dan sistem pendidikan yang melibatkan keluarga, angka kemiskinan di Jember akan menurun secara signifikan di masa depan.

“Kita harus bersama-sama mengatasi krisis kemiskinan ini. Lewat jalur pendidikan, saya yakin Jember akan jauh lebih baik menuju Jember Baru, Jember Maju,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai Dan Adil

4 Mei 2026 - 23:35 WIB

Bupati Muhammad Fawaid Resmikan MPP Mini di Kecamatan Tanggul, Layanan Publik Kini Lebih Dekat

4 Mei 2026 - 16:40 WIB

Ribuan Warga Jember Meriahkan Jalan Sehat Hari Buruh Sedunia : Hadiah Utama Umroh.

3 Mei 2026 - 20:45 WIB

Anniversary ke-3Th CB TRANSIT Jember Provost Brigif 9 DY/2 Kostrad Turut Amankan dan Meriahkan.

3 Mei 2026 - 12:10 WIB

PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater Pringati May Day dengan memberikan Bansos Anak Yatim

2 Mei 2026 - 15:53 WIB

Ada Apa Dengan Riswan Mura Sebagai Korban Tapi Dia Diperiksa Sebagai Terlapor

2 Mei 2026 - 12:03 WIB

Trending di Berita Nasional