Menu

Mode Gelap

Lampung · 29 Feb 2020 21:46 WIB ·

Memohon Keselamatan Dunia Dan Seisinya, Umat Hindu Peringati Hari Raya Kuningan


Memohon Keselamatan Dunia Dan Seisinya, Umat Hindu Peringati Hari Raya Kuningan Perbesar

Lampung Tengah(GS) -Dalam memperingati hari raya Kuningan, Pada pukul 07.30 WIB Umat Hindu Dharmaagung berbondong-berbondong mendatangi Pure Dalem kampung setempat untuk mengikuti prosesi upacara persembahyangan hari raya Kuningan yang dipimpin langsung oleh Jero Mangku Dalem, pada Sabtu Kliwon Wuku Kuningan.

Ketua Adat Kampung Dharmaagung I Wayan Suwija usai prosesi persembahyangan di Pure Dalem S mengatakan, hari raya Kuningan merupakan peringatan terhadap leluhur agar memohon keselamatan dunia dengan segala isinya,”jarnya Sabtu (29/2/2020).

Selain itu, hari raya Kuningan diperingati sampai pukul 12.00 WIB. Karena, mulai sore harinya para leluhur atau para Dewata sudah akan mulai meninggalkan Para Sentanenya atau alam semesta akan menuju Suniye Loka.

Klik Gambar

”Pada hari raya Kuningan, Umat Hindu memberikan suguhan apa adanya untuk bekal kealam surga, Dan para umat juga diwajibkan membuat Tamiyang sebagai simbul senjata Dewa Wisnu atau Dewa Pemelihara agar umatnya bisa dapat perlindungan dari segala marabahaya,”ucapnya.

Baca Juga :   Direktur CV. Ikbal Mandiri Gugat Dinas PUPR Tulang Bawang ke PN Menggala

Ia melanjutkan, sebelum Umat Hindu merayakan hari raya Kuningan, Umat Hindu Kampung Dharmaagung telah merayakan hari raya Galungan, setelah selesai prosesi persembahyangan di Pura Dalam, para umat akan melakukan persembahyangan ke Pura Way Lunik di Bandar Lampung.

”Dari hari raya Galungan ke hari raya Kuningan umat Hindu di Kampung Dharmaagung melaksanakan Nawa Latri, yang bertujuan memuja saktinya Dewa Brahma, yakni Dewi Saraswati, Dewa Wisnu, saktinya Dewi Laksmi, dan Dewa Siwa, serta saktinya Dewi Durga,”katanya.

Baca Juga :   Dinas Kesehatan Deklarasi ODF, Yang Merupakan Salah Satu Pilar Dari Lima Pilar (STBM)

Hari raya Kuningan merupakan hari suci agama Hindu yang dirayakan setiap 6 bulan atau 210 hari sekali, yakni setiap hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan, 10 hari setelah hari raya Galungan.

Selain itu, hari Kuningan merupakan hari resepsi bagi hari Galungan sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma yang pemujaannya ditujukan kepada para Dewa dan Pitara agar turun melaksanakan pensucian serta mukti atau menikmati sesajen-sesajen yang dipersembahkan, selain itu, Penyelenggaraan upacara Kuningan di syaratkan supaya dilaksanakan diwaktu pagi hari dan tidak dibenarkan setelah matahari condong ke Barat.

Baca Juga :   Romzy Hermansyah Jelaskan Topuksi AJO Indonesia

Sarana upacara sebagai simbul kesemarakan, kemeriahan terdiri dari berbagai macam jejahitan yang mempunyai simbolis sebagai alat-alat perang yang di peradekan seperti tamiyang kolem, ter, endongan, wayang wayang dan lain sejenisnya. Sedangkan, tujuan pelaksanaan upacara Kuningan ini adalah untuk memohon kesentosaan, kedirgayusan serta perlindungan dan tuntunan lahir dan batin.

”Setelah melaksanakan prosesi persembahyangan di Pure Dalem, umat Hindu Dharmaagung langsung ke Pura Way Lunik, Bandar Lampung untuk melakukan prosesi persembahyangan hari raya Kuningan,” terang Wayan Suwija diamini Jero Mangku Dalem usai prosesi persembahyangan, “ungkasnya.

Penulis: Rizal

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Ketua IWO Pringsewu Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis: Ancaman Tak Boleh Bungkam Pers

9 Juli 2026 - 21:39 WIB

Gepak Desak KPU Pringsewu Buka Rincian Dana Hibah

8 Juli 2026 - 16:51 WIB

Transparansi Dana Hibah Pilkada Dipertanyakan, LPJ KPU Pringsewu Minim Rincian

7 Juli 2026 - 09:08 WIB

Disindir Soal Meritokrasi, Direktur Perumdam Way Sekampung Balas Sagang: “Jangan Asal Nuduh!”

4 Juli 2026 - 19:41 WIB

Sagang Nainggolan Soroti Pengelolaan PDAM Way Sekampung: “Jangan Harap Untung Jika Bukan Meritokrasi”

4 Juli 2026 - 03:27 WIB

Kakam Gunung Batin Baru Disinyalir Pungut Biaya PTSL Di Luar Ketentuan Pemerintah

25 Juni 2026 - 22:10 WIB

Trending di Lampung Tengah