Menu

Mode Gelap

Lampung · 19 Okt 2019 01:39 WIB ·

Masyarakat dan Tokoh Adat Angkat Bicara Atas Dugaan Perkataan Oknum Anggota DPRD Tubaba


Foto : Rapat Musyawarah Tokoh Adat Tulang Bawang Perbesar

Foto : Rapat Musyawarah Tokoh Adat Tulang Bawang

TULANG BAWANG – Terkait Viralnya berita tentang  dugaan Sifat Arogan oknum anggota Dewan Tubaba terhadap Polantas Polres Tulang Bawang yang hendak menilangnya, Oknum(Initial M.RS Red) tersebut diduga melontarkan bahasa-bahasa yang  membuat Tokoh adat Tulang Bawang Geram yang dianggap tidak mempunyai etika sebagai anggota DPRD.

Sejumlah tokoh di Kecamatan Menggala yang tergabung didalam Marga Empat adat Megou Pak Kabupaten Tulang Bawang, mengecam  tindakan yang dilakukan oleh Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba),yang diduga menghina masyarakat Menggala, dengan mengatakan, Orang Menggala babunya orang Pagar Dewa.

Klik Gambar

Salah satu Ketua Marga Buai Aji, Rusdi Rifai, mengecam tegas, perilaku seorang anggota DPRD Tubaba, yang tidak memiliki etika sebagai seorang wakil rakyat, karena seorang wakil rakyat, mewakili masyarakat di wilayah Daerah Pemilihannya.

Baca Juga :   Kepala Kampung Dan Masyarakat Ujung Gunung Ilir Gotong Royong Memperbaiki Jalan Yang Rusak 7 Tahun

Kalau melihat dari anggota DPRD Tubaba yang ada selama ini, sepertinya anak ini menjadi anggota DPRD di priode ini, ia pikir, dengan menjadi DPRD sudah bisa menjadi penguasa, dan dengan leluasa memarahi dan menghina orang lain,”terang Rusdi Rifai, saat mengelar musyawarah dengan seluruh Ketua Marga empat Adat Megou Pak Tulang Bawang, dikediaman Idham Peserah.”Ucapnya Jum”at (18/10/2019).

Dikatakan Marga Suwai Umpu, Badri, menegaskan, agar seluruh masyarakat Menggala, mengambil sikap, terhadap seorang anggota DPRD yang seperti seorang preman.

Anggota DPRD ini, seperti memiliki beberapa nyawa, tidak menunjukan sebagai seorang wakil rakyat yang sebenarnya, saya berharap agar penegak hukum mengambil tindakan tegas, dan DPRD setempat harus memberikan sanksi tegas terhadap anggota DPRD ini,”pinta Badri.

Hal senada yang sama dikatakan Ketua Marga Buai Bulan, Buhori, ia mewakili marga Buai Bulan tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan oleh oknum anggota DPRD Tubaba.

Baca Juga :   Berikut Penjelasan Kapolres Tulang Bawang Terkait Video Penangkapan di Pasar Unit 2

Ini sama saja melecehkan masyarakat Menggala, karena itu, kami dari Buai Bulan akan melakukan upaya hukum, bersama adat Megou Pak Tulang Bawang,”tutur Buhori.

Sementara, Ketua Marga Tegamoan, Toni Delta, akan melakukan hal yang sama, agar hal seperti ini jangan tidak terulang lagi.

Masalah ini, sudah menjadi masalah Adat Megou Pak Tulang Bawang, bukan lagi masalah orang menggala, karena yang dihina orang menggala ada empat marga, karena itu, kami akan melakuka upaya hukum terhadap oknum DPRD ini,”tegas Toni Delta.

Sedangkan di lain tempat di waktu yang sama Mantan Bupati Tulang Bawang dua periode Dr. Abdurachman Sarbini (Mance) selaku ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang angkat bicara. Dirinya sangat menyayangkan perkataan yang keluar dari mulut oknum anggota dewan tesebut karena dinilai tidak pantas dan tidak seharusnya mengeluarkan kata-kata seperti itu apalagi oknum tersebut adalah seorang anggota dewan.

Baca Juga :   Berprestasi, Polwan dari Polres Tuba dapat Penghargaan dari Kapolda Lampung.

Karena apa yang sudah keluar dan dikatakan dari mulutnya bisa memicu larinya ke SARA.
Oknum tersebut harus segera dan secepatnya melakukan permintaan maaf dengan masyarakat Menggala yang kini viral di media sosial. Dan masalah ini akan segera dilaporkan ke penegak hukum karna dia juga menyebut nyebut Kapolres juga bisa pindahkan oleh oknum dewan tersebut,
” jelas Mantan Bupati Tulang Bawang Saat dihubungi melalui via telpn oleh wartawan hari ini.

Penulis : Tim MGG

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Refleksi Ulang Tahun, Bupati Tegaskan Arah Pembangunan Tulang Bawang

8 Januari 2026 - 19:34 WIB

Di Tengah Isu Pribadi, Bupati Tegaskan Pemerintahan Tetap Berjalan Profesional

8 Januari 2026 - 19:26 WIB

Zona Ekonomi Biru Jadi Arah Baru Pembangunan Pesisir Tulang Bawang

8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Fatayat NU Pringsewu Audiensi ke Kejari, Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

6 Januari 2026 - 12:53 WIB

Tren Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak di Lampung Masih Tinggi, Ini Pesan Khalila

4 Januari 2026 - 19:13 WIB

Rilis Akhir Tahun 2025, Polres Tanggamus Paparkan Capaian Kinerja dan Tantangan Penegakan Hukum

31 Desember 2025 - 21:39 WIB

Trending di Berita Terkini