Menu

Mode Gelap

Berita Terkini · 6 Feb 2026 21:18 WIB ·

LPKAN RI Soroti Dana BOS SDN 1 Tegineneng, Dinilai Janggal dan Minim Transparansi


LPKAN RI Soroti Dana BOS SDN 1 Tegineneng, Dinilai Janggal dan Minim Transparansi Perbesar

TANGGAMUS (GS) – Dugaan tidak adanya keterbukaan publik dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri 1 Tegineneng, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, kini mendapat sorotan serius dari Lembaga Pemantau Aset Keuangan Negara Republik Indonesia (LPKAN RI PROJAMIN), Kamis (6/2/2026).

Ketua LPKAN RI PROJAMIN Kabupaten Tanggamus, Helmi, menilai terdapat sejumlah kejanggalan mencolok dalam pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut, terutama terkait minimnya transparansi kepada publik.

Menurut Helmi, Dana BOS merupakan anggaran negara yang pengelolaannya telah diatur secara jelas, baik dari sisi peruntukan maupun mekanisme pertanggungjawaban. Karena itu, dana tersebut seharusnya dikelola secara terbuka dan akuntabel sesuai item yang telah ditetapkan.

Klik Gambar

“Anggaran Dana BOS itu sudah ada aturannya, item-item penggunaannya juga jelas. Jadi harus dikelola dengan sebaik-baiknya dan terbuka kepada publik,” ujar Helmi.

Baca Juga :   Antusias Sosok Seorang Warga Kerja Bakti di Lokasi TMMD

Ia menegaskan, pernyataan Fikoh selaku bendahara sekolah yang mengaku tidak mengetahui besaran maupun peruntukan Dana BOS justru menimbulkan tanda tanya besar. Menurutnya, hal tersebut terkesan tidak masuk akal dan mengarah pada upaya menutup-nutupi pengelolaan anggaran.

“Ini jelas janggal. Pernyataan bendahara yang tidak tahu anggaran Dana BOS sangat tidak masuk akal. Secara administrasi dan mekanisme, pengelolaan anggaran ini patut dipertanyakan,” tegasnya.

Selain itu, Helmi juga menyoroti tidak ditemukannya papan informasi penggunaan Dana BOS serta dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) di lingkungan sekolah. Padahal, papan informasi tersebut wajib dipasang di tempat yang mudah diakses publik sebagai bentuk transparansi penggunaan dana negara.

Baca Juga :   Peduli Kasih, Owner WPR Memberikan Bantuan Kepada Anak Yang Tertimpa Musibah Didesa Purwa Jaya

LPKAN RI PROJAMIN menilai, kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama anggaran tidak dapat melepaskan diri dari kewajiban memberikan penjelasan kepada masyarakat. Terlebih, jika telah muncul dugaan kuat adanya ketidakterbukaan dalam pengelolaan Dana BOS.

“Kepala sekolah harus bertanggung jawab. Tidak bisa diam atau menghindar ketika publik mempertanyakan pengelolaan dana negara,” kata Helmi.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya mendorong Kepala SD Negeri 1 Tegineneng untuk segera memberikan klarifikasi resmi, membuka data penggunaan Dana BOS, serta bersedia menghadapi pihak-pihak terkait guna meluruskan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga :   Pemerintah Kota Metro Mengadakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak

LPKAN RI PROJAMIN secara tegas mendesak agar Kepala SD Negeri 1 Tegineneng, Memberikan klarifikasi resmi kepada publik, Membuka rincian penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025, Memasang papan informasi Dana BOS di lingkungan sekolah.

Bersedia dipanggil dan diperiksa oleh instansi terkait, seperti Inspektorat, Dinas Pendidikan, maupun Aparat Penegak Hukum (APH)

“Dana BOS adalah uang negara, bukan uang pribadi. Jika dikelola secara tertutup, wajar jika publik mencurigai adanya persoalan,” tutup Helmi.

(Doris)

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Polemik Infaq ASN Pringsewu Memanas: Gaji Dipotong Tanpa Persetujuan, Sekda Minta Korban Melapor

16 Maret 2026 - 23:30 WIB

Wujudkan Transparansi, BPKAD Pringsewu Teken MoU Datun dengan Kejaksaan

16 Maret 2026 - 08:32 WIB

Dakwaan Jaksa Dipersoalkan, Kuasa Hukum Dedy Dwi Setiawan Ajukan Eksepsi di Sidang Tipikor

11 Maret 2026 - 13:48 WIB

Kendalikan Harga Jelang Lebaran, Pemkab Pringsewu Gelar Pasar Murah di Pekon Fajar Agung

10 Maret 2026 - 11:01 WIB

Inilah sosok Erna Jurnalis Bagikan Sembako Pada Insan Pers dan Kaum Dhuafa.

8 Maret 2026 - 18:12 WIB

Segitukah Perduli Wali Kota Bandar Lampung Terhadap Warga Yang Terdampak Bencana Banjir Saat Ini

7 Maret 2026 - 01:48 WIB

Trending di Bandar Lampung