Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten Jember bersiap meluncurkan layanan Home Care sebagai terobosan strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Program ini dirancang sebagai jawaban atas persoalan keterbatasan layanan medis yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama kelompok rentan yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Layanan Home Care lahir dari realitas geografis Jember yang memiliki bentang wilayah luas dengan banyak daerah perdesaan, jarak tempuh yang jauh dari puskesmas maupun rumah sakit, serta keterbatasan sarana transportasi dan kondisi infrastruktur jalan. Dalam kondisi tersebut, ibu hamil, balita, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat kurang mampu kerap terlambat mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Tak sedikit kasus kesehatan berisiko tinggi yang luput dari deteksi dini akibat minimnya kunjungan rutin tenaga medis. Preeklamsia pada ibu hamil, gangguan tumbuh kembang anak, hingga gizi buruk sering kali baru diketahui ketika kondisi telah memburuk. Melalui Layanan Home Care, Pemkab Jember berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih proaktif dengan mendatangi langsung warga di rumahnya.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan keterbatasan mobilitas maupun yang tinggal di daerah sulit dijangkau. Pemkab Jember menargetkan Layanan Home Care mampu berkontribusi signifikan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta angka stunting, sekaligus mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
Selain pelayanan medis, tim Home Care juga memberikan edukasi dan konsultasi langsung kepada keluarga terkait gizi seimbang, perawatan kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga memperkuat kesadaran kesehatan di tingkat keluarga. Layanan Home Care diprioritaskan bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas, bayi dan balita dengan masalah kesehatan atau berisiko stunting, lansia dengan keterbatasan aktivitas harian atau penyakit kronis, penyandang disabilitas, serta tokoh masyarakat yang berdasarkan hasil skrining membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah.
Dukungan terhadap program ini datang dari DPRD Jember. Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha dari Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap layanan Home Care yang digagas Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait.
“Dengan adanya layanan Home Care ini, harusnya lebih bisa menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan yang paling dalam, termasuk Bandealit dan daerah-daerah terpencil lainnya,” ujar Indi.
Menurutnya, layanan Home Care tidak boleh hanya berfokus pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi justru harus menjadi prioritas bagi daerah-daerah yang selama ini minim akses pelayanan kesehatan. “Kami di Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan sangat mendukung program ini, dengan catatan agar diprioritaskan untuk wilayah terpencil,” tegasnya.
Indi juga berharap program Home Care tidak berhenti pada tahap awal peluncuran, melainkan terus dikembangkan dan diperluas cakupannya ke depan. “Harapan kami, layanan ini bisa dikembangkan lagi, misalnya untuk pelayanan gizi ibu hamil dan anak, penjemputan lansia dengan masalah kesehatan, serta pendampingan ibu dan anak dari keluarga tidak mampu,” tambahnya.
Menurut DPRD Jember, Home Care merupakan bentuk layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan upaya penguatan layanan kesehatan dasar di daerah. Peluncuran Layanan Home Care diharapkan menjadi salah satu program unggulan Pemkab Jember dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir hingga ke pelosok, menjemput harapan hidup yang lebih sehat bagi ibu, anak, dan seluruh masyarakat Jember.






