Gemasamudra.com, KAUR – Gagasan menghidupkan kembali kejayaan komoditas rempah di Kabupaten Kaur mencuat dalam pertemuan santai antara tokoh pembangunan Bengkulu sekaligus Pembina MOI Provinsi Bengkulu, Dadang Mishal, dan Bupati Kaur Gusril Pausi.
Dalam kunjungannya ke Rumah Dinas Bupati Kaur bersama rombongan DPD MOI, Dadang Mishal mendorong pemerintah daerah kembali mengembangkan cengkeh, lada dan pala sebagai komoditas unggulan. Menurutnya, Kaur memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari jalur perdagangan rempah di Bengkulu.
“Sejarah jangan hanya menjadi cerita masa lalu. Kaur masih memiliki tanaman rempah yang bertahan hingga sekarang. Potensi itu harus dibangkitkan kembali dengan pola yang lebih serius dan modern,” ujar Dadang.
Ia mengusulkan pemerintah memulai program melalui lahan percontohan. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi model bagi masyarakat sebelum pengembangan dilakukan secara lebih luas.
Gagasan itu langsung mendapat respons positif dari Bupati Kaur Gusril Pausi. Ia menyatakan Pemkab Kaur siap menyiapkan lahan percontohan untuk penanaman cengkeh, lada dan pala.

“Ini masukan yang sangat baik. Kita tidak boleh melupakan sejarah. Kalau Kaur memiliki potensi besar dalam komoditas cengkeh, lada dan pala, maka harus kita hidupkan kembali,” tegas Gusril.
Menurut Gusril, pengembangan rempah tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman. Pemerintah juga harus menyiapkan bibit berkualitas, pendampingan petani, peningkatan produktivitas hingga akses pasar agar hasil perkebunan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Potensi ekonomi rempah juga masih menjanjikan. Harga komoditas seperti lada, pala dan cengkeh memiliki nilai jual yang relatif tinggi dan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan petani jika dikelola secara berkelanjutan.
Bagi Dadang dan Gusril, pengembangan rempah bukan sekadar bernostalgia dengan kejayaan masa lalu. Program tersebut diharapkan menjadi gerakan ekonomi baru yang menghubungkan sejarah, potensi lahan dan kesejahteraan masyarakat Kaur.
“Kaur punya sejarah, punya tanah dan masyarakat yang sudah mengenal perkebunan. Tinggal kita satukan semua potensi itu menjadi gerakan bersama,” ujar Gusril.
Jika terealisasi, lahan percontohan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Kaur untuk kembali dikenal sebagai daerah penghasil rempah berkualitas, sekaligus memperkuat identitas dan perekonomian masyarakat Bumi Sease Sehijean.
Elpitar






