Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 2 Jan 2026 20:15 WIB ·

Kado HUT ke-97 Pemkab Jember, Tiket Papuma–Watu Ulo Rp12.500 Dinilai Dorong Ekonomi Rakyat


Kado HUT ke-97 Pemkab Jember, Tiket Papuma–Watu Ulo Rp12.500 Dinilai Dorong Ekonomi Rakyat Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Penetapan tarif tiket masuk kawasan wisata Pantai Tanjung Papuma dan Pantai Watu Ulo sebesar Rp12.500 per orang menjadi kado istimewa Pemerintah Kabupaten Jember bagi masyarakat di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 Pemkab Jember. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekonomi rakyat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bobby Arisandi, menyebut kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari komitmen Bupati Jember Muhammad Fawait usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Direktur Utama Perhutani.

Klik Gambar

“Ini adalah bentuk kado dari Bupati Jember untuk masyarakat. Setelah MoU dengan Dirut Perhutani, mulai 2 Januari 2026 diterapkan kebijakan tiket satu pintu Papuma–Watu Ulo sebesar Rp12.500,” ujar Bobby Arisandi, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga :   Mentan dan Wagub Jatim Sambangi Jember, Bupati Fawait Tegaskan Komitmen Wujudkan Lumbung Pangan Jawa Timur

Menurutnya, kebijakan tarif murah ini bukan sekadar strategi peningkatan kunjungan wisata, tetapi dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata.

“Harga tiket yang terjangkau akan meningkatkan jumlah wisatawan. Dampaknya langsung dirasakan UMKM, pedagang kecil, jasa parkir, hingga masyarakat pesisir. Ini bagian dari ikhtiar menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” tegasnya.

Baca Juga :   Pendidikan Kunci Utama Tingkatkan SDM Sekaligus Memutus Mata Rantai Kemiskinan Menurut Bupati Jember Gus Fawaid 

Bobby mengungkapkan, rata-rata kunjungan wisatawan ke kawasan Papuma–Watu Ulo saat ini mencapai sekitar 2.400 orang. Seiring peningkatan animo tersebut, Dinas Pariwisata terus melakukan pembenahan tata kelola, termasuk sistem penjualan tiket.

“Ke depan, mekanisme penjualan tiket akan kami benahi, termasuk opsi pembelian secara online agar lebih transparan, efisien, dan akuntabel,” jelasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya kunjungan wisata otomatis memperluas perputaran uang di sektor pariwisata. Kondisi ini diyakini mampu memperkuat ekonomi masyarakat kecil sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember.

“Kalau sektor wisata bergerak, UMKM ikut bergerak. Kalau UMKM bergerak, ekonomi rakyat akan tumbuh. Dampaknya diharapkan nyata pada penurunan kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga :   Pencak Silat Jember di dorong Menjadi Jadi Ikon Budaya dan Wisata Oleh Gus Fawaid 

Terkait kendala akses rombongan wisata menggunakan bus besar menuju kawasan pantai, Bobby memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.

“Kami siapkan layanan shuttle gratis bekerja sama dengan Dishub, sehingga rombongan bus tetap bisa berwisata dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Melalui kebijakan tarif murah dan pembenahan sistem pengelolaan yang berkelanjutan, Pemkab Jember optimistis sektor pariwisata dapat menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi daerah sekaligus instrumen strategis pengentasan kemiskinan.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Oknum Kades di Jember Diduga Menggadaikan Mobil Rental Daihatsu

18 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Harapan Dandim 0824/Jember Generasi Muda Harus Isi Kemerdekaan dengan Hal Positif

17 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Imam Rosyidi, Penggagas Kampung Donor Kidul Besuk Raih Penghargaan Relawan Kemanusiaan Saat HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Wakil Wali Kota Metro Pimpin Tabur Bunga, Teguhkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian

17 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkot Metro Pererat Silaturahmi dengan Veteran, Teguhkan Semangat Mengisi Kemerdekaan

17 Agustus 2026 - 14:05 WIB

LSN dan Srikandi Kecamatan Ajung Ikuti Moment Sakral Peringati HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Trending di Berita Nasional