Lampung Timur-Gemasamudra.com- Kades Rejo Binangun Praptowo membuka acara kegiatan parade Ogoh – ogoh di Lapangan 2 dusun 8 PC 11 Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Jumat, (28/3/25).
Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025, yang dimeriahkan 150 peserta dari 3 tim dan dihadiri tokoh adat,tokoh pemuda, Tokoh agama dan tamu undangan.
Hadir pula Kapolsek Raman Utara AKP Sunaryo, S.E bersama jajarannya, ketua adat Bali Agung Nyoman dan tokoh agama Hindu dari Rejo Binangun.
Dalam pawai ini, sebanyak 100 San penari Bali Ganjur tampil memukau di hadapan para penonton, dimana para penari tersebut berasal dari warga Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara dusun 6,7 dan 8 para pemuda pemudi Bali.
Kades berharap, agar budaya lokal seperti pawai Ogoh-Ogoh ini untuk selalu dilestarikan, agar tercipta kebersamaan untuk membangun desa yang berbagai macam corak budaya.
“Ini adalah budaya lokal yang punya banyak seni dan arti, yang harus terus kita jaga dan lestarikan untuk kemajuan daerah kita Desa Rejo Binangun” harap Kades.
Kapolsek Raman Utara AKP Sunaryo, S.E memberikan apresiasi kepada seluruh umat Hindu yang telah mensukseskan kegiatan ini. Menurutnya, Ogoh-Ogoh yang akan di arak ini, memiliki nilai estetika dan gotong royong serta memiliki nilai nilai kebersamaan yang sangat tinggi, ujarnya.
Dirinya pun berharap ada nilai-nilai toleransi yang tertanam di semua umat di Desa Rejo Binangun dan Di Kecamatan Raman Utara umum nya dengan berbagai aneka ragaman agama, budaya dan adat istiadat untuk lebih mempersatukan kita dalam membangun daerah.
Ditempat yang sama Nyoman.Spd yang merupakan Ketua Adat Bali Agung juga mengapresiasi dengan terselenggaranya kegiatan ini.
“Bukan hanya itu, dengan parade Ogoh-Ogoh ini, menjadi awal mula contoh untuk menjaga kerukunan umat beragama melalui pentas budaya dan menjadi bukti bahwa kami masih eksis di Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur dan selalu aktip dalam melestarikan budaya,” ujarnya. (Red)