Korwil Jatim Holiyadi
Jember,Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan terobosan baru di bidang pelayanan kesehatan melalui program Home Care, sebuah layanan yang memungkinkan dokter dan tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga miskin dan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.
Program yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan yang dipicu oleh tingginya beban biaya dan risiko akibat sakit.
Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Jember masih menjadi salah satu daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Tercatat sebanyak 216.760 jiwa masuk kategori penduduk miskin, sementara sekitar 97.061 jiwa di antaranya tergolong miskin ekstrem.
Menurut Gus Fawait, penyakit tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan seseorang. Dalam banyak kasus, ketika satu anggota keluarga jatuh sakit, seluruh kondisi ekonomi keluarga ikut terguncang akibat hilangnya pendapatan, meningkatnya pengeluaran, hingga terjerat utang.
“Pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan pengobatan gratis di puskesmas atau rumah sakit. Negara harus hadir menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi fisik,” ujar Gus Fawait, Jumat (17/7/2026).
Ia menegaskan, masyarakat miskin juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
“Orang yang mampu mungkin bisa memiliki dokter pribadi. Tetapi masyarakat yang tidak mampu juga berhak memiliki dokter keluarga yang menjaga dan memantau kesehatannya,” tegasnya.
Lebih jauh, Gus Fawait menjelaskan bahwa konsep Home Care bukan sekadar pelayanan kesehatan keliling. Program tersebut dirancang sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan.
Melalui kunjungan langsung ke rumah pasien, tenaga medis diharapkan mampu melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan penyakit, edukasi keluarga, hingga tindakan medis dasar tanpa harus menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Dengan konsep dokter keluarga bagi masyarakat kurang mampu, Pemkab Jember berharap pelayanan kesehatan menjadi lebih merata dan tidak lagi bergantung pada kemampuan ekonomi warga.
“Dari Jember, keadilan dalam pelayanan kesehatan mulai diwujudkan untuk mereka yang membutuhkan perhatian, untuk mereka yang memiliki keterbatasan, dan terutama untuk mereka yang harus hadir dan kita bela,” pungkas Gus Fawait.
Program Home Care diharapkan menjadi salah satu kebijakan strategis Pemkab Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan kesehatan yang lebih inklusif dan berpihak kepada masyarakat kecil.






