Lampung Tengah – (GS) – Forum Badan Usaha Milik Kampung (FBUMK) Kabupaten Lampung Tengah, mengadakan kegiatan pelatihan Penguatan Kapasitas Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), yang dilaksanakan di kebun edukasi Gunung Sugih, Senin (7/9/2020).

Kegiatan yang pelatihan tersebut diikuti 11 BUMK, diantaranya BUMK Kampung Bangun Rejo, Kampung Gaya Baru III, Kampung Poncowati, Kampung Varia Agung, Kampung Ratna Katon, Kampung Way Pengubuan, Dempo Mekar Jaya Kampung Mojokerto, Gemah Ripah Kampung Sangun Ratu, Kampung Candi Rejo, Kampung Tanjung Anom, dan BUMK Kampung Sri Sawahan.

Baca Juga :   Babinsa Kelurahan Tipes Koramil 03/Serengan Menghadiri Kegiatan Diskusi Kelompok Terbatas (DKT)

Pada pelatihan itu, sejumlah BUMK disiapkan untuk menjadi supplier atau pemasok e-warung dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Lampung Tengah. Pengelola BUMK diberikan pelatihan dan pembinaan pada program penguatan Kapasitas BUMK.

Menurut, Kabid Pengembangan Usaha Ekonomi Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Lamteng, mewakili Kadis PMK, Firdaus Rokain menjelaskan, dari 297 BUMK se-Lamteng diperkirakan 10 persennya atau 29 BUMK telah memiliki kapasitas untuk menjadi supplier e-warung.

Baca Juga :   HIMNAS Makassar Menggelar Musyawarah Besar

“Mengingat tidak adanya ketentuan khusus, supplier e-warung bisa siapa saja, termasuk BUMK. Jika terealisasi, penguatan kelembagaannya akan didampingi Dinas PMK, sementara perannya sebagai supplier didampingi dinas terkait lainnya,” terang Firdaus.

Selain itu dalam kegiatan ini juga dihadiri dan mendapat support dari Ketua DPRD Lamteng Sumarsono dan pihak terkait, dalam ikut serta mendorong BUMK menjadi supplier e-warung, agar perekonomian kampung meningkat.

“Seluruh potensi yang ada di kampung agar dimanfaatkan. Dengan demikian, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat bantuan pangan yang yang dihasilkan dari kampungnya dan dikelola oleh pengurus BUMK yang ada se-Prov.Lampung,” ujar Sumarsono.

Baca Juga :   TPPC Gandeng Pokdarkamtibmas Sosialisasi Antisipasi Corona di Metro Selatan

Selain itu, Sumarsono berharap, dengan kegiatan ini ekonomi bisa bergerak, karena bahan makanan diambil dari wilayah setempat. BUMK berkembang dan mampu menghasilkan pendapatan untuk kampung. Mulai hari ini sedikit demi sedikit kami akan melakukan penguatan kelembagaan BUMK.

“Saya berharap, pelatihan semacam ini terus bergulir sampai semua BUMK siap maju dan berkembang,” tutupnya.

Penulis : Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here