Menu

Mode Gelap

Berita Nasional · 3 Jan 2026 08:27 WIB ·

Dalam Rangka HUT ke – 97, Pemkab Jember Bersama DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa.


Dalam Rangka HUT ke – 97, Pemkab Jember Bersama DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa. Perbesar

Korwil Jatim Holiyadi

Jember, Gemasamudra.com – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97, Jumat (2/1/2026).

Dalam sambutannya, Gus Fawait, menegaskan bahwa sebuah daerah yang besar adalah daerah yang tidak melupakan sejarahnya. Menurutnya, paripurna istimewa ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi sekaligus penguat komitmen bersama untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu Jember.

Klik Gambar

Gus Fawait juga menyampaikan sejumlah capaian yang disebut sebagai “kado istimewa” Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember mengintegrasikan Pantai Papuma dengan Watu Ulo, yang selama puluhan tahun diperjuangkan.

Gus Fawait menegaskan bahwa capaian tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai keberhasilan sektor pariwisata, melainkan sebagai simbol diplomasi pemerintahan daerah yang berhasil meyakinkan pemerintah pusat.

Baca Juga :   RS Bina Sehat Jember Gelar Baksos Besar: Ratusan Operasi Katarak hingga Bantuan Kesehatan Gratis untuk Ribuan Warga

“Ini bukan hanya tentang pariwisata. Ini adalah simbol diplomasi tertinggi. Keberhasilan lobi pemerintah daerah bersama jajarannya untuk meyakinkan pemerintah pusat sehingga Papuma dan Watu Ulo dapat terintegrasi,” tegasnya.

Kado istimewa berikutnya adalah capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember yang berhasil menembus angka psikologis Rp1 triliun pada tahun 2025. Capaian ini lebih cepat satu tahun dari target awal yang direncanakan pada 2026. Namun demikian, Gus Fawait menekankan bahwa capaian tersebut bukanlah titik akhir. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperkuat kemandirian fiskal tanpa membebani masyarakat.

Menurutnya, strategi utama ke depan adalah mengoptimalkan potensi yang sudah ada dengan menutup kebocoran-kebocoran penerimaan daerah. Ia meyakini, dengan pengelolaan yang disiplin dan taat aturan, PAD Jember dapat mencapai Rp1,3 hingga Rp1,5 triliun dalam empat hingga lima tahun ke depan tanpa menaikkan tarif pajak.

Baca Juga :   Untuk Cegah Konflik, Nusron Wahid: Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah 

Terkait peringatan Hari Jadi Kabupaten Jember, Bupati menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak dirayakan dengan pesta, melainkan dengan selamatan dan doa bersama. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden dan pemerintah pusat, mengingat bangsa Indonesia tengah menghadapi ujian berupa bencana alam yang menimpa saudara-saudara di Sumatera.

Selain itu, Gus Fawait juga menegaskan komitmen penguatan tata kelola pemerintahan melalui evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai awal tahun 2026, seluruh OPD diminta memaparkan target program, anggaran, serta rencana serapan selama tiga bulan ke depan dan menandatangani pakta integritas.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, dengan melibatkan DPRD, khususnya Komisi C yang membidangi pendapatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan maupun penyesuaian kebijakan, termasuk kemungkinan pergeseran jabatan apabila kinerja dinilai sangat baik atau sebaliknya.

Baca Juga :   Dispendukcapil dan Pemerintah Desa Pancakarya Turun Langsung Rekam e-KTP untuk Lansia

Di bidang pembangunan, Pemerintah Kabupaten Jember sejak awal tahun berkomitmen untuk mendorong percepatan pelaksanaan program, khususnya infrastruktur agar tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas capaian program dan serapan anggaran

Menutup sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa tahun 2026 ditetapkan sebagai “tahun pembuktian”, setelah tahun 2025 menjadi “tahun pemanasan”. Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah menurunkan angka kemiskinan di bawah 200 ribu jiwa, sebuah capaian psikologis yang belum pernah diraih dalam sepuluh tahun terakhir.

“Filosofi kita berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan. Mudah-mudahan di tahun 2026, angka kemiskinan kita bisa turun di bawah 200 ribu. Ini adalah tahun pembuktian,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Kado HUT ke-97 Pemkab Jember, Tiket Papuma–Watu Ulo Rp12.500 Dinilai Dorong Ekonomi Rakyat

2 Januari 2026 - 20:15 WIB

50 Pejabat Dilantik, Gus Fawait Tegaskan Kinerja Akan Dievaluasi Berkala

2 Januari 2026 - 17:28 WIB

Wisata Agro Wonosari dalam Liburan Nataru Memberikan Banyak hadiah pada pengunjung 

1 Januari 2026 - 21:48 WIB

Brigif 9/DY/2 Kostrad Menyambut Tahun Baru di Ruang Rekreasi Provost dengan Santai.

1 Januari 2026 - 00:13 WIB

Apel Siaga dan Patroli Skala Besar, Polsek Ajung Pastikan Kamtibmas Aman Jelang Tahun Baru 2026

31 Desember 2025 - 23:33 WIB

Awal Bulan Rajab, Kades Lojejer Santuni Anak Yatim Piatu, Teguhkan Komitmen Pendidikan dan Kepedulian Sosial

31 Desember 2025 - 20:20 WIB

Trending di Berita Nasional