Menu

Mode Gelap

Daerah · 18 Des 2019 19:33 WIB ·

Melestarikan Kembali Budaya Mendongeng Lewat Karya Pop Up


Gambar Ilustrasi Perbesar

Gambar Ilustrasi

 Gemasamudra.com 

SEMARANG – Pameran proyek studi karya Maulia Rizka mahasiswi Universitas Negeri Semarang Fakultas Bahasa dan Seni yang dilaksanakan pada 2-4 Desember 2019 di Galeri 3 B9 UNNES dengan tema “Perancangan Ilustrasi Buku Pop-Up Cerita Rakyat Putri Kumala Sebagai Sarana Mendongeng Untuk Anak”. Pameran ini ditunjukkan supaya anak-anak mengenal cerita rakyat lokal dengan kemasan yang kreatif , yaitu melalui Pop Up.

Pameran proyek studi dibuka mulai jam 9-3 sore. Acara tersebut dibuka oleh Ketua Jurusan Seni Rupa, Dr. Syakir, M.Sn. Kemudian dilanjut dengan tampilan tari Margapati yang dipersembahkan oleh mahasiswa.

Baca Juga :   Hadiri HPN 2020 di Kalimantan Selatan, Wagub Nunik Kobarkan Semangat Insan Pers Lampung agar Semakin Berjaya

“Tema Pameran ini adalah cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Semarang yang sekaligus sebagai awal mula pembentukan suatu nama daerah di Kabupaten Semarang yaitu Karangjati. Sasaran dari tema ini adalah anak-anak karena menurut saya anak-anak suka dengan hal yang baru nah saya memvisualkan dongeng ini lewat karya pop up,” ujarnya.

Klik Gambar

Ide awal acara pameran ini terealisasikan dari kisah masa kecil Maulia yang selalu dibacakan cerita dongeng oleh ibunya, cerita dongeng “Putri Kumala”. Menurutnya, cerita dongeng dari daerah harus diangkat dan dipopulerkan. Khususnya cerita rakyat lokal, banyak sekali yang belum digali dan dieksplor ke masyarakat, sehingga karya ini juga sebagai pelestarian budaya lokal.

Baca Juga :   Disela-sela Kesibukannya, Babinsa Kelurahan Serengan Selalu Aktif Hadir Di Wilayah Binaannya

Dengan adanya begitu, Maulia mengambil peran dalam peningkatan literasi anak lewat karya ilustrasi Pop Up yang dibuat, dengan tujuan meningkatkan minat anak dalam membaca dongeng khususnya dongeng cerita lokal.
Kesulitan yang dialami ketika membuat karya Pop Up ini adalah menuangkan ide untuk bagaimana ketika anak membuka ilustrasi Pop Up, ia akan semakin penasaran untuk terus membaca sampai habis ceritanya. Secara sederhana, bagaimana supaya ilustrator Pop Up harus mudah dipahami.
Maulia berharap, semoga karya yang dibuatnya dapat memberikan efek positif untuk anak-anak yang semakin melestarikan kembali budaya mendongeng, khususnya cerita lokal daerah.

Baca Juga :   Giat Jumat berkah DPC AJOI kota metro berbagi di kelurahan purwosari

“Ya harapan saya semoga mebangun kembali budaya mendongeng, kan sekarang anak-anak sudah mulai meninggalkan ya. Dulu waktu saya kecil tuh sering didongengin orang tua, tapi anak jaman sekarang kalo mau tidur sibuk main gadget,” tukasnya.

Sumber : Jurnalisme Warga

Penulis : Afidatun Nisa

 

Facebook Comments Box

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Diduga Potong Dana PIP Siswa hingga Rp1,1 Juta, Yayasan SMK MTS Annazar Tanggamus Akui Ada Pemotongan

20 Juni 2026 - 17:30 WIB

Klarifikasi Terkait Lamanya Proses Pembuatan Akta di Desa Selodakon

16 Juni 2026 - 18:32 WIB

Tanpa Payung Hukum Perbup, Tunjangan “Ketua Tim” di Dinkes Pringsewu Jadi Sorotan

5 Juni 2026 - 22:41 WIB

Sampah Jadi Energi, Lamtim Mulai Bangun TPST Berbasis Refuse Derived Fuel

24 April 2026 - 16:34 WIB

Penanaman Pohon Warnai HUT ke-27 Lampung Timur, Bupati Ela Tekankan Kelestarian Lingkungan

24 April 2026 - 16:16 WIB

Satu Atap Belasan Nyawa: Nestapa Keluarga Yuliarti di Pringsewu Barat Terjepit Kemiskinan dan Birokrasi ‎

22 April 2026 - 17:35 WIB

Trending di Berita Indonesia