Korwil Jatim Holiyadi
Jember, Gemasamudra.com – Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang digelar di Kecamatan Tanggul, Selasa (28/7/2026). Bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gus Fawait mengawali kegiatan dengan memimpin Apel Siswa di SMP Negeri 1 Tanggul, sekaligus memberikan motivasi kepada para pelajar agar menyiapkan masa depan melalui pendidikan.
Dalam arahannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, menurutnya, kekayaan tersebut tidak akan mampu membawa bangsa menjadi negara maju apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Indonesia adalah negara yang kaya. Yang harus kita siapkan sekarang adalah manusianya. Kalau SDM kita unggul, maka Indonesia akan mampu menjadi negara yang lebih maju,” ujar Gus Fawait di hadapan para siswa.
Karena itu, ia mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan masa sekolah sebagai waktu membangun ilmu pengetahuan, karakter, dan cita-cita, bukan justru terjebak dalam pergaulan yang dapat menghambat masa depan.
“Saya titip sama adik-adik semuanya, lanjutkan sekolah ke SMA atau MA, terus kuliah. Jangan berhenti belajar hanya karena merasa cukup lulus SMP. Pendidikan adalah bekal untuk masa depan,” pesannya.
Gus Fawait juga mengingatkan pentingnya menghindari pernikahan dini. Menurutnya, menikah pada usia yang belum siap bukan hanya berpotensi menghambat pendidikan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak apabila kehamilan terjadi tanpa kesiapan fisik maupun ekonomi.
“Hindari pernikahan dini. Siapkan diri sebaik mungkin agar kelak menjadi orang tua yang sehat, mapan, dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” tegasnya.
Tak hanya memberikan motivasi, Gus Fawait memastikan bahwa persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Jember untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah menyediakan berbagai program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan.
“Kalau ada yang tidak punya biaya, jangan putus asa. Hari ini Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan banyak beasiswa. Yang penting adik-adik semangat belajar, berprestasi, dan punya kemauan untuk terus sekolah sampai kuliah,” ungkapnya.
Menurut Gus Fawait, investasi terbaik bagi Kabupaten Jember dan Indonesia bukan hanya pembangunan fisik, melainkan mencetak generasi muda yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Generasi itulah yang kelak akan mengelola kekayaan alam Indonesia serta membawa bangsa menuju kemajuan.
Usai apel, Gus Fawait bersama jajaran OPD melanjutkan rangkaian Bunga Desaku dengan mengunjungi dua lansia bersaudara yang hidup sebatang kara di Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, meninjau pelayanan di Puskesmas Tanggul, bersilaturahmi dengan guru ngaji dan kelompok pengajian di Patemon, melakukan homecare kepada ibu hamil berisiko tinggi di Desa Manggisan, menghadiri pertemuan kader Posyandu bersama RT/RW, berdialog dengan pelaku UMKM, pedagang mlijo, dan kelompok tani di Desa Selodakon, serta menutup kegiatan melalui forum Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda di Desa Tanggul Wetan.
Sementara itu, Ning Ghyta turut melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) PKK) di Balai Desa Manggisan sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Melalui program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat kehadiran pemerintah hingga ke tingkat desa. Selain menghadirkan pelayanan secara langsung, program ini juga menjadi ruang untuk membangun optimisme bahwa setiap anak Jember memiliki kesempatan yang sama meraih pendidikan tinggi, menjadi SDM unggul, dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Jember maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia.






